Tindak Pengguna dan Bandar Narkoba, Buwas: Dibedil Aja, Selesai

Kepala-BNN-Budi-Waseso.jpg
(POSKOTA NEWS)

RIAU ONLINE - Indonesia dinilai belum serius menangani kasus narkoba. Hal ini diungkapkan Mantan Badan Narkoba Nasional (BNN) Budi Waseso.

Menurut pria yang kerap disapa Buwas itu, tidak ada langkah yang terarah dalam penanganan narkoba, meski pemerintah berulang kali menyebut Indonesia darurat narkoba.

"Sampai hari ini Indonesia tuh karena belum ada ketegasan, lips service aja" kata Buwas.

Buwas mencontohkan belum ada program-program yang dibawahi berbagai kementerian untuk melawan narkoba. Semangat antinarkoba juga tak masuk kurikulum di sekolah-sekolah.

"Tapi dibilang perang, pembantu-pembantu presiden juga acuh, ini masalah bangsa dan negara, bukan BNN, polisi polisi doang," ucap Buwas.

Padahal, sebut Buwas, Indonesia termasuk pangsa pasar terbaik narkoba di dunia. Indonesia juga, lanjutnya, menjadi laboratorium percobaan untuk kartel-kartel narkoba.

"40% dari pasar dunia. Jadi percobaan, nih kurang ini kurang ini," katanya sambil mencontohkan, melansir, Liputan6.com, Jumat, 16 Maret 2018.

Buwas menegaskan, masalah narkoba sudah benar-benar gawat. Pasalnya, sebut dia, 43-45 orang meninggal setiap harinya karena narkoba.

Buwas bercerita, kekuatan jaringan narkoba tidak hanya di kota-kota besar, namun narkoba juga sudah masuk ke berbagai pelosok daerah di Indonesia.

Parahnya, jaringan narkoba bukan hanya menyasar ke orang dewasa. Mereka juga menargetkan anak-anak TK menjadi sasaran.

Sedangkan para bocah itu, kata Buwas, tidak mengerti ketika mereka sedang diracuni narkoba yang telah disisipkan ke warung-warung di sekitarnya.

"Beli teh ditaruh di plastik, dikasih ekstasi dalam jumlah kecil, besok-besok ketagihan, gak beli di warung lain, tapi di warung itu, dia addict, ini fakta bukan main-main," ungkap Buwas.

Menurut mantan Kabareskrim Polri ini, seharusnya pengedar dan bandar narkoba ditembak. Semua pihak yang terlibat narkoba harus ditindak, termasuk jika oknum anggota BNN, TNI, dan Polri terlibat.

"Dibedil aja, selesai. (Karena) itu pengkhianatan (ke) negara itu, (kalau ada) anggota TNI, Polri, BNN (yang terlibat), tembak," tegasnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id