Tiga Bulan Beroperasi Tanpa Sertifikat SLHS, MBG Jaya Utama di Siak Ditutup

Tiga-Bulan-Beroperasi-Tanpa-Sertifikat-SLHS-MBG-Jaya-Utama-di-Siak-Ditutup.jpg
Menu MBG SPPG Bungaraya Jaya Utama (Hendra Dedafta/Riau Online)

RIAU ONLINE, SIAK - Operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jaya Utama di Kampung Bungaraya, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, akhirnya dihentikan setelah berbagai persoalan mencuat selama pelaksanaannya.

Dapur MBG tersebut diketahui telah beroperasi selama kurang lebih tiga bulan tanpa mengantongi izin kesehatan berupa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Siak.

Selain persoalan administrasi, operasional dapur juga sempat dikabarkan diwarnai insiden kebocoran gas saat proses memasak berlangsung. Kebocoran pada selang kompor memicu munculnya api di area dapur sehingga pengelola terpaksa menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan kobaran api.

Namun, semprotan serbuk dari APAR disebut mengenai makanan yang sudah dimasak. Akibat kejadian itu, seluruh makanan yang seharusnya didistribusikan kepada penerima manfaat MBG pada hari tersebut batal dibagikan.



Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, Muhammad Syaripuddin, membenarkan bahwa dapur MBG Jaya Utama belum memiliki izin kesehatan.

“Izin kesehatan berupa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) belum keluar,” kata Muhammad Syaripuddin.

Belum keluarnya sertifikat tersebut menimbulkan sorotan terkait standar keamanan dan kelayakan dapur dalam menjalankan program penyediaan makanan bagi masyarakat.

Penghentian operasional dapur MBG Jaya Utama disebut dilakukan hingga seluruh persyaratan administrasi dan standar kesehatan dipenuhi.