Warga Apresiasi Polres Bengkalis Ungkap Peredaran Sabu Jaringan Internasional

kurir-sabu-malasia.jpg
(andrias)

RIAU ONLINE, BENGKALIS - Keberhasilan Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis, mengungkap sindikat narkotika jenis sabu jaringan internasional, Rabu 28 Oktober 2020 malam, di sebuah rumah, Jalan Gatot Subroto, Gang Sahabat, Kelurahan Rimbas Sekampung mendapat apresiasi Masyarakat setempat.

Tidak tanggung tanggung, dari pengungkapan itu, polisi mengamankan tiga pelaku dan menyita 20 bungkus teh cina warna hijau berat 19.55 kg sabu.

Spontan, serbuk putih haram dengan jumlah besar itu menjadi bahan pembicaraan warga setempat dan membuat khawatir peredarannya.

"Apresiasi kita berikan kepada jajaran Polres bengkalis yang telah berhasil mengungkap kasus ini. Namun, yang menjadi kekhawatiran kami, ternyata barang haram itu ada dan masuk di wilayah tempat tinggal kami," kata Nita salah seorang warga Desa Rimbaskampung, Kecamayan Bengkalis, RIAUONLINE.CO.ID, Senin 2 November 2020.

Kekhawatiran Nita, ibu rumah tangga inipun cukup beralasan. Pasalnya, barang haram dengan jumlah besar merupakan musuh negara tersebut akan mengancam generasi muda setempat.

Menyikapi hal itu, Kapolres Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan tetap berkomitmen memutus mata rantai peredaran Narkotika di Kabupaten Bengkalis.

Menurutnya, kekhawatiran masyarakat ini memang perlu. Namun dari pengungkapan selama ini tidak semuanya barang haram tersebu diedarkan di Bengkalis.

"Contoh nya dengan kasus ini, dari dua puluh bungkus hanya satu di bengkalis lainya ke luar. Dan harganya semakin jauh, mungkin semakin mahal," terang Kapolres Bengkalis.

Pun demikian, Kapolres AKBP Hendra Gunawan mengimbau kepada masyarakat untuk bekerjasama dengan pihak polisi untuk memberantas peredaran narkoba. Idealnya, senantiasi memberikan informasi yang akurat kepada Polisi.

"Kita berama sama memberantas narkoba, karena narkoba sangat berbahaya," imbuh Kapolres.

Disamping itu, Kapolres juga mengingatkan agar masyarakat jangan terlenan dengan iming-iming dalam bentuk apapun.

"Karena denga mencoba, nantinya pasti akan menjadi agen dia. Dan patut juga dicurigai dengan seseorang yang tidak bekerja tapi sosialnya besar. Patut kita curigai, wong pengangguran kok uangnya banyak," tutup Kapolres Bengkalis.