Demi Keselamatan, Jangan Paksakan Buka Sekolah Saat Pandemi

indra-yopi.jpg
(riauonline)

Laporan: LUKMAN PRAYITNO

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Baru-baru ini sebanyak 289 siswa di Papua tertular covid-19 setelah sekolah dibuka pemerintah setempat. Sebanyak 289 siswa terkonfirmasi positif tersebut tersebar di 19 kabupaten/kota di Papua.

Kondisi serupa sangat mungkin terjadi jika aktivitas kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah. Apalagi kebijakan pemerintah pusat memperbolehkan untuk membuka sekolah pada daerah zona kuning.

Terkait hal tersebut, juru bicara Satgas Covid-19 Riau, dr Indra Yopi Sp.P(K) mengatakan jika aktivitas belajar mengajar tatap muka dilakukan secara langsung, maka sangat berbahaya bagi siswa. Bahkan masyarakat di sekitar juga akan terkena dampak, mulai dari keluarga para siswa hingga warga yang tinggal berdekatan dengan sekolah.

Sehingga sebagai seorang dokter ia tidak mendukung jika kegiatan belajar mengajar dipaksakan saat pandemi. Apalagi kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Riau mengalami peningkatan kasus.

"Saat ini kasus positif Covid-19 masih meningkat dan terus terjadi penambahan kasus. Kalau sekolah tatap muka dilakukan tentu berbahaya bagi masyarakat terutama siswa,” ujar dr Indra Yovi, Jumat (14/8/2020).

Meskipun tidak menyetujui jika dilakukan sekolah tatap muka, menurut Yopi kebijakan sekolah tetap pada pemerintah daerah setempat. Namun ia berharap kebijakan pemerintah lebih mengutamakan keselamatan masyarakat.

"Jika ingin memberikan keselamatan kepada keluarga dan anak, lebih baik tidak ada tatap muka. Namun ini kebijakan masing-masing daerah. Tetapi sebagai dokter tidak merekomendasikan,” tegas Yopi.