Sel Tahanan Polres Over Kapasitas, Ini Penjelasan Pihak Lapas Bengkalis

kalapas-bengkalis.jpg
(andrias)

Laporan: ANDRIAS

RIAUONLINE, BENGKALIS - Sel tahanan Mapolres Bengkalis mengalami over kapasitas imbas dari pandemi virus corona atau covid-19. Penumpukkan tahanan disebabkan karena Lapas kelas II A Bengkalis tidak menerima tahanan titipan atau yang sudah dilimpahkan kepada kejaksaan.

Saat ini lebih kurang 120 orang tahanan mendekam di sel tahanan Mapolres Bengkalis. Saking padatnya, para tahanan dikabarkan harus bergantian untuk tidur.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan ketika dikonfirmasi membernarkan hal tersebut.

"Memang saat ini tahanan kita khususnya di Polres Bengkalis sudah melebihi kapasitas," singkat Kapolres Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan, Kamis 11 Juni 2020.

Menanggapi hal ini, Kepala kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas IIA Bengkalis Aris Yuliyanto menjelaskan, menurut kesepakatan antara Lapas, Kejaksaan dan Kepolisian serta pengadilan diputuskan bahwa tahanan akan diterima di Lapas pada saat tahanan mulai masuk proses sidang.

"Jadi pada saat mulai sidang, nanti baru dikirim ke sini. Dan di sini juga nantinya akan dikarantina selama 14 hari di ruangan isolasi Lapas Bengkalis, untuk para tahanan baru yang akan melaksanakan sidang secara online di lapas," ungkap Aris Yuliyanto.

Menurutnya, tahanan tetap akan diterima pada saat menjelang sidang. Misalnya, tahanan itu sudah dilimpahkan ke kejaksaan, dengan adanya jadwal sidang, maka akan dikirim ke Lapas untuk menjalani sidang secara online.

"Kita tidak memutus secara langsung itu tidak boleh. Tapi berdasarkan kesepakatan kemarin di rapat awal, sejak penanganan covid-19, bersepakat pengiriman tahanan pada saat pelaksanaan sidang atau mulainya pembacaan dakwaan," ungkap Aris lagi.

Saat ini lanjut Aris,Lapas kelas IIA Bengkalis masih meniadakan kunjungan pihak keluarga napi.

"Kita masih menunggu aturan dari pusat, seperti apa kebijakan terkait protokol Covid-19 ini. Apalagi adanya new normal, yang jelas petunjuk untuk kunjungan belum ada, masih tetap kita tunda untuk sementara," pungkasnya.