Kurangi Hari Kerja, Cara PT TBS Hindari PHK Karyawan Saat Pandemi

Kebun-Sawit.jpg
(istimewa)

Laporan: ROBI SUSANTO 

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - PT Tri Bakti Sarimas (TBS) memilih melakukan pengurangan hari kerja bagi sejumlah karyawannya mulai pertengahan April hingga Mei 2020. Pengurangan hari kerja tersebut dikarenakan kondisi keuangan perusahaan agak berat ditengah kondisi pandemi Covid-19.

GA dan HRD Manajer PT TBS Khendra Martono mengungkapkan, mulai pertengahan April sampai Mei ini kondisi keuangan perusahaan memang agak berat akibat pandemi Covid-19 ini. Sehingga langkah diambil untuk mengurangi jam kerja sejumlah karyawan terutama karyawan dibidang perawatan.

"Untuk menopang supaya jangan terjadi PHK maka disepakati dengan serikat dan pekerja mencari solusi. Akhirnya disepakati dilakukan pengurangan hari kerja bagi karyawan terutama dibidang perawatan," kata Dia, Sabtu kemarin, 30 Mei 2020.

Terkait ada informasi merumahkan, menurut Martono, mungkin ada yang keliru. Sebenarnya, kata Dia, bukan merumahkan tapi melakukan pengurangan hari kerja. "Karena kondisi mulai pertengahan April sampai Mei itu memang berat," katanya.

Dia mengatakan, pengurangan hari kerja terhadap karyawan tersebut terutama karyawan yang bekerja dibidang perawatan kebun. "Biasa full satu bulan, mulai pertengahan April sampai bulan Mei ini kita batasi 20 hari kerja," katanya.

"Bukan dirumahkan, per 1 Juni ini kembali normal full bekerja satu bulan. Rencana surat pemberitahuan ke Dinas akan segera kita sampaikan."

Martono mengatakan, jumlah karyawan dilaporkan terdampak ada lebih kurang 1.100 lebih. "Sebenarnya tidak terdampak jadinya, karena ada sebagian mereka tetap bekerja membantu panen selama 10 hari kemarin," ujar Tono.

Tono memastikan pada 1 Juni 2020 kondisi kembali normal dan karyawan yang sempat dilakukan pengurangan hari kerja akan kembali bekerja seperti biasa full satu bulan.

"Hanya karyawan dibidang perawatan kebun kita kurangi jam kerjanya, kalau karyawan lain terutama produksi tetap bekerja seperti biasa tidak dikurangi. Per 1 Juni akan kembali normal," pungkasnya.