Lurah Dicopot Karena Warga Tolak Sembako, Forum RT/RW Ngadu ke DPRD

Forum-RT-dan-RW-Sialang-Munggu-Ngadu-ke-DPRD.jpg
(Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Forum RT dan RW, Kelurahan Sialang Munggu kembali mendatangi kantor DPRD Pekanbaru tepatnya komisi I menyampaikan aspirasi mereka seputar kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pekanbaru.

Ketua Forum, Sucipto, menegaskan pihaknya sampai hari ini masih menolak bantuan dari Pemko Pekanbaru karena tidak adanya transparansi atas bantuan yang disalurkan.

"Kabarnya pada hari ini bansos juga akan datang, kami di forum sudah sepakat untuk menolak sebelum adanya transparansi dari pemerintah," kata Sucipto, Rabu, 6 Mei 2020.

Tak hanya menuntut transparansi anggaran, forum juga menilai Walikota Pekanbaru Firdaus sudah melakukan arogansi politik, dimana lurah Sialang Munggu dinon-jobkan terhitung sejak kemarin, Selasa, 5 Mei 2020.

"Penolakan ini murni dari masyarakat kita, tanpa rekayasa sedikitpun. Kami justru diminta mengambil bansos ini oleh lurah. Tapi kami menolak, takut jadi boomerang karena bantuan jauh lebih sedikit daripada yang diusulkan," tambahnya.

"Ini tanggung jawab kami untuk menanyakan, kenapa ketika kita mau menegakkan keadilan, tapi malah diberikan oleh-oleh berupa mutasi pejabat," tuturnya.

Diakui Sucipto, mutasi pejabat memang merupakan hak prerogatif Walikota, tapi saat ini kondisi sangat tidak normal. Tak tepat rasanya jika pemerintah mengedepankan arogansi politik dalam menjalankan pemerintahan.

Sehingga, tak ada salahnya jika RT dan RW mempertanyakan alasan Pemko Pekanbaru melakukan mutasi ini.

"Kenapa kondisi begini, pemerintah dengan arogannya memutasi pejabat. Ini pelecehan RT dan RW," tegas Sucipto.

Sementara itu, Ketua Komisi I, Doni Saputra menegaskan pihaknya akan memanggil Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru dan juga Sekda M Noer untuk menjelaskan alasan pencopotan lurah-lurah ini.

"Jangan mentang-mentang warganya tidak mau menerima bantuan, lurahnya langsung dicopot, ada 8 lurah yang dicopot. Ini kabarnya ada mutasi jilid dua pula," singkat Doni.

 

-->