Malaysia Lockdown, Gubri Gelar Video Conference dengan Bupati dan Wali Kota

Gubernur-Syamsuar.jpg
(Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemprov Riau mengurangi sejumlah rapat yang melibatkan banyak undangan. Kebijakan ini dikeluarkan menyikapi semakin meluasnya penyebaran virus corona di sejumlah negara di Dunia termasuk di Indonesia. Meski sejauh ini di Riau belum ada warganya yang positif corona, namun sudah ada 17 yang suspek corona, sembilan di antaranya dinyatakan negatif. 

 

"Mulai kemarin kita sudah melakukan rapat melalui video comprence dengan walikota dan bupati se Provinsi, lanjut malam tadi dan pagi ini," kata Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar usai menggelar video comprence dengan walikota dan bupati se Provinsi Riau dilakukan di Rumah Dinas Gubernur Riau, Rabu 18 Maret 2020.

 

Tampak mendampingi Gubri, Wakil Gubernur Riau, Edi Natar Nasution dan Sekdaprov Riau Yan Prana Jaya. Sejumlah kepala dinas serta Dirut RSUD di Pekanbaru juga ikut hadir dalam video comprence ini. 

 

Melalui sambungan online tersebut Gubri Syamsuar mengintruksikan kepada seluruh bupati dan walikota untuk menutup akses pintu masuk dari luar negeri. Baik jalur udara melalui bandara maupun dari laut yang masuk melalui pelabuhan-pelabuhan yang ada di Riau. 

 

"Terhitung mulai hari ini Malaysia sudah memberlakukan lockdown di negaranya. Jadi kami imbau masyarakat agar tidak bepergian ke Malaysia. Karena nanti sudah sampai disana tidak akan bisa masuk," katanya. 

 

Syamsuar menegaskan, video comprence ini dilakukan menyikapi kebijakan lockdown yang mulai diberlakukan Malaysia Rabu 18 Maret 2020.  

 

"Ini sangat berpengaruh dengan Indonesia, khsusunya kita yang berada di Riau karena berbatasan dengan Malaysia. Karena banyak kita (warga malaysia yang menetap di Riau) ada yang mau kembali ke Malaysia," ujarnya. 

 

Meski tidak banyak, namum diakui Syamsuar ada warga malaysia di Riau yang tetap memutuskan untuk kembali negara yang sudah dilockdown. 

 

" Tadi pagi ada dua kapal dari bengkalis yang berangkat itu hanya sembilan orang penumpangnya. Satu kapal ada lima orang, satu kapal lagi empat orang, tapi itu warga malaysia, karena untu warga kita yang mau ke malaysia itu tidak boleh masuk malaysia, jangankan kapal penumpang yang membawa orang, kapal kargo saja itu tidak boleh masuk ke darat," kata Syamsuar