Masyarakat Gunung Toar Minta Dibangun Turap Penahan Tebing dan Jembatan

mursini-di-gunung-toar.jpg
(istimewa)

Laporan: ROBI SUSANTO

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Masyarakat Kecamatan Gunung Toar mengusulkan agar Pemerintah segera membangun turap penahan tebing di dua lokasi di tepi Sungai Kuantan.

Pasalnya, kini kondisi tebing sungai yang terus tergerus oleh derasnya air Sungai Kuantan mengalami abrasi dan mengancam lahan pertanian masyarakat, rumah ibadah serta jalan Nasional.

Dua lokasi yang diusulkan masyarakat untuk dibangun turap penahan tebing Sungai Kuantan pertama berada di Desa Siberobah dan Desa Pisang Berebus.

Seperti yang disampaikan Abdul Hamid, Sekretaris Desa Siberobah dihadapan Bupati Kuansing dan rombongan, di mana masyarakat Desa Siberobah sangat mengharapkan adanya bantuan pembangunan turap tebing di Desa Siberobah.

Menurut Abdul, apabila turap penahan tebing ini tidak segera dibangun maka dampaknya lahan pertanian tempat masyarakat empat desa bercocok tanam di Desa Siberobah akan habis tergerus air Sungai Kuantan.

"Kami mengharapkan ini diperjuangkan apakah itu ke Provinsi atau pusat nantinya," kata Abdul saat sesi diskusi pada acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dengan Pemkab Kuansing bertempat di aula kantor Kecamatan Gunung Toar, Rabu, 19 Februari 2020.

Selain itu Abdul yang mewakili masyarakat juga mengusulkan pembangunan jembatan gantung untuk menghubungkan desa Siberobah dengan ibukota kecamatan. Desa Siberobah sendiri memang berada didaerah seberang kecamatan yang dibatasi sungai kuantan.

Untuk mencapai desa tersebut terutama dari ibukota kecamatan masyarakat harus menyeberang menggunakan kompang (alat transportasi penyeberangan,red) dan begitu juga sebaliknya apabila kita dari Siberobah.

"Ketika air sungai kuantan meluap anak-anak kami harus berjalan menuju Desa Bandar Alai melewati jembatan gantung untuk bisa sekolah, kalau tidak bisa kadang harus menempuh perjalanan yang cukup jauh melewati jembatan Seberang Taluk," katanya.

Disampaikan Abdul masyarakat sangat berharap pemerintah bisa membangun jembatan gantung di Desa Siberobah sehingga akses masyarakat menuju ibukota Kecamatan semakin gampang.

Kemudian aspirasi permintaan pembangunan turap penahan tebing juga disampaikan perwakilan masyarakat Desa Pisang Berebus.

Kini kondisi tebing sungai kuantan sudah mendekati areal persawahan, mushola dan jalan Nasional. "Jarak tebing longsor hanya tinggal tiga meter, setiap musrenbang ini selalu kami usulkan," kata salah seorang perangkat Desa Pisber dihadapan Bupati.

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut secara terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing, Ade Fahrer mengatakan, usulan pembangunan turap penahan tebing di dua desa ini akan kita sampaikan ke Kementrian dalam waktu dekat ini.

"Panjangnya yang akan dibangun itu keseluruhan mencapai 600 meter. Di Desa Pisang Berebus itu 300 meter dan Siberobah 300 meter," katanya.

Ade mengatakan, untuk pembangunan turap penahan tebing di tepi Sungai Kuantan ini memang anggarannya cukup besar. "Kita akan sampaikan ini ke pemerintah pusat, apalagi kewenangan sungai ada di pusat," katanya.

Kemudian untuk usulan pembangunan jembatan gantung disampaikan Ade pihaknya juga akan memperjuangkan aspirasi masyarakat ini ke pemerintah pusat.

"Panjang bentangan jembatan gantung yang diusulkan masyarakat Siberobah ini sudah memenuhi syarat itu panjangnya setelah diukur lebih kurang 96 meter," kata Jafrison, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kuansing menambahkan.