Pemutusan Kontrak Aryaduta, Taufik: Preseden Buruk Bagi Iklim Investasi

Wakil-Ketua-Komisi-I-DPRD-Riau-Taufik-Arrahman.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/HASBULLAH TANJUNG)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Tokoh masyarakat Kota Pekanbaru, Taufik Arrakhman mengingatkan Pemprov Riau terkait rencana pemutusan kontrak antara Pemprov Riau dan Lippo Karawaci sehingga berimbas pada penutupan hotel Aryaduta.

Taufik khawatir, pemutusan kontrak terhadap Lippo Karawaci akan menjadi preseden buruk bagi iklim investasi di Riau terutama di Kota Pekanbaru.

Apalagi, saat ini, Pekanbaru membutuhkan investor untuk mengurangi angka pengangguran, makanya iklim investasi harus dijaga agar tetap kondusif.

"Kita menyayangkan pemutusan itu, kenapa? hari ini kita sulit mencari investor, yang mana berdampak pada ketersediaan lapangan kerja," ujar mantan anggota DPRD Riau ini, Jumat, 7 Febuari 2020.

Taufik menambahkan, pemutusan kontrak ini harus melalui pertimbangan yang matang mengingat lapangan kerja di Riau mulai berkurang.

Kalaupun nantinya pemutusan kontrak dengan Lippo berjalan lancar tanpa perlawanan, Taufik menyebut tidak ada jaminan bahwa pengelola selanjutnya bisa memberikan deviden lebih besar dari Lippo.

"Kalau misalnya nanti dikelola oleh yang mungkin ahlinya, bisa saja kurang dari Rp 200 juta. Makanya, kalau nanti sudah putus kontrak, berikan pada yang berpengalaman," tuturnya.

Taufik menegaskan dirinya tidak membela siapapun dalam masalah ini, namun ia hanya berharap ada upaya pemerintah dalam memberi kenyaman pada investor sehingga berdampak pada ketersediaan lapangan kerja.