Sungai Kuantan Kembali Meluap, Merendam Sejumlah Wilayah di Kuansing

banjir-lagi.jpg
(robi)

Laporan: ROBI SUSANTO 

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Sungai Kuantan atau yang lazim disebut Sungai Indragiri kembali meluap dan merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, terjadi mulai Rabu tadi pagi, 22 Januari 2020.

Tingginya curah hujan beberapa hari terakhir baik terjadi di wilayah Sumatera Barat maupun Kabupaten Kuansing membuat debit air Sungai cepat naik.

Debit air Sungai Kuantan sendiri cepat naik mulai terpantau sejak, Selasa kemarin, 21 Januari 2020. Pada Rabu pagi sejumlah desa yang berada di bagian hilir Kabupaten Kuansing sudah ada yang terendam.

Informasi yang berhasil dirangkum RIAUONLINE.CO.ID wilayah yang pertama kali terendam adalah Kecamatan Pangean. Dari keterangan Camat Pangean, Mahviyen Trikon Putra, air sungai mulai masuk ke pemukiman masyarakat terjadi sejak Subuh pagi (Rabu,red) tadi.

"Dari subuh pagi gerakannya sudah nampak, hingga sore tadi (Rabu,red) ketinggian air sudah di atas lutut orang dewasa," ujar Mahviyen kepada RIAUONLINE.CO.ID, Rabu sore tadi.

Mahviyen menyampaikan seperti biasa apabila sungai kuantan naik maka dua desa di Pangean ini selalu yang pertama terdampak oleh banjir. Dua desa tersebut adalah Pulau Deras dan Pulau Kumpai.

"Dua desa ini biasanya lebih dulu terdampak banjir," katanya.

Melihat kondisi air sungai hingga pukul 15.30 WIB sore tadi, Mahviyen memperkirakan seperti biasa sebanyak 14 desa akan terdampak oleh banjir. "Sampai sore tadi (Rabu,red) air memang belum masuk, tapi kondisinya masih naik," katanya.

Mahviyen menghimbau kepada warganya untuk selalu waspada terhadap debit air yang selalu bertambah."Tadi kabarnya dibagian hulu air sudah surut, semoga tidak menambah lagi," katanya.

Menurut Mahviyen, air cepat masuk ke pemukiman masyarakat tidak hanya dari sungai kuantan, tapi air ini juga berasal dari sungai-sungai kecil yang ada di desa. "Ditempat kita curah hujan juga tinggi sehingga sungai-sungai kecil juga cepat naik menuju pemukiman masyarakat," katanya.

Hingga sore tadi katanya, pihaknya belum menerima laporan dari masing-masing desa yang terdampak banjir berapa jumlah rumah atau lahan pertanian yang terendam. "Data sementara memang belum masuk," katanya.

Mahviyen juga menyampaikan keluhan masyarakat selama ini apabila terjadi banjir pemerintah tidak bisa memenuhi ekspektasi masyarakat karena memang kecamatan sendiri tidak memiliki dana khusus untuk banjir.

"Keluhan masyarakat kalau sudah banjir itu tadi, kita tidak bisa memenuhi ekspektasi dari masyarakat," katanya.

Sementara di Kecamatan Benai sejumlah desa yang terdampak banjir diantaranya Pulau Tonga, Pulau Ingu dan Tebing Tinggi. "Untuk sementara baru itu laporan yang masuk," ujar Camat Benai Okstaria Holla Citra, Rabu sore.

Okstaria mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan dan pemantauan dilapangan. "Kasi Trantib kita tadi sudah turun melakukan pemantauan dan pendataan," katanya.

Dia menghimbau kepada warganya agar selalu waspada terhadap naiknya air sungai kuantan. "Kita berharap orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak dan jangan ada yang main disekitar sungai," himbaunya.

Kemudian di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang laporan sementara ada sekitar 6 desa yang terdampak banjir mulai Danau, Tanjung Pisang, Lumbok, Pelukahan, Rawang Oguang, dan Pengalihan.

"Kalau rumah memang biasanya ada yang terendam, jumlah KK-nya kita belum dapat," kata Camat Kuantan Hilir Seberang, Novrion.

Menurut Novrion, seperti biasa desa-desa yang ada dipinggiran sungai kuantan ini selalu menjadi langganan banjir. Untuk itu kita menghimbau agar masyarakat waspada dengan kondisi alam saat ini. "Mana tahu nanti air datangnya malam, kita minta masyarakat tetap waspada," himbaunya.

Hingga Rabu sore sekitar pukul 15.00 WIB pada bagian hulu di Kecamatan Kuantan Mudik air sungai sudah jauh surut bila dibandingkan dengan hari sebelumnya pada Selasa kemarin.

"Sore tadi pantauan kita air sungai sudah jauh surut," ujar Camat Kuantan Mudik Sadarisnah kepada RIAUONLINE.CO.ID.