Polisi Selidiki Kebakaran Lahan di Bengkalis

Karhutla-di-Pedekik-Bengkalis.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

Laporan: ANDRIAS

RIAU ONLINE, BENGKALIS - Kepolisian Resor Bengkalis tidak hanya melakukan pemadaman kebakaran yang terjadi di Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Upaya penanganan hukum di hari ke empat karhutla sudah dilakukan polisi.

"Dalam Lidik, Penyelidikan oleh Sat Reskrim dan unit Reskrim Polsek Bengkalis," kata Kapolsek Bengkalis, AKP Maitertika dihubungi RIAUONLINE.CO.ID, Senin, 6 Januari 2020, petang.

Maitertika menambahkan, peroses masih terus dilakukan dan penyelidikan dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan SIK beserta anggota.

Memasuki hari keempat karhutla sejak Jumat, 3 Januari lalu, Polisi bersama Satgas Karhutla hingga kini masih bertungkus lumus melakukan pemadaman dan pendinginan.

"Sampai hari ini (hari ke empat) pendinginan lanjutan masih dilakukan pasca kejadian hutan dan lahan (Karhutla) di kebun masyarakat, Jalan Kelapa Sari RT 16 RW 08 Desa Pendekik, Kecamatan Bengkalis dengan titik kordinat N 1.51979, E. 102.108675°," terangnya.

Cuaca panas disertai angin kencang menjadi kendala bagi regu pemadam di lapangan, dimana api dapat berubah arah setiap saat.

"Kondisi air yang minim hanya mengandalkan sumber air dari sumur atau kolam yang dibuat masyarakat secara manual. Sedangkan lahan terbakar diperkirakan mencapai lebih kurang satu hektat, dengan rincian padam.0.85 Hektar dan masih dilakukan pendinginan : 0.15 Hektar," tambahnya.

Meski demikian, kondisi api saat ini dapat dikendalikan serta masih dilakukan pendinginan, tidak menutup kemungkinan api akan hidup kembali mengingat angin kencang dan sulit sumber air.

"Saat ini regu pemadam dan masyarakat masih melakukan penjagaan dan pendinginan serta sekat basah, untuk mengantisipasi api munculnya kembali," pungkasnya.

Sebelumnya, Kebakaran lahan dan hutan terjadi di Jalan Kelapa Sari RT 16 RW 08, Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis di lahan kosong milik masyarakat sejak Jumat, 03 Januari 2019 kemarin.

Memasuki hari kedua, Sabtu, 04 Januari 2019, tim karhutla masih melakukan pemadaman.

"Kebakaran terjadi di lahan kosong dan status kepemilikan milik masyarakat. Sedangkan penyebabnya masih dalam dalam penyelidikan pihak Kepolisian. Diperkirakan hingga saat ini luas lahan yang terbakar mencapai tiga hektar," terang Tajul Mudoris.