BMKG Deteksi Lonjakan Titik Panas di Riau

karhutla-bengkalis-2.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Titik-titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan melonjak tajam di Riau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan pada Sabtu sore, terdeteksi 53 titik panas di Bumi Melayu itu.

Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibanding wilayah lainnya di Sumatera yang pada hari ini terdeteksi 94 titik panas di Pulau Andalas.

Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin mengatakan 53 titik panas di Riau menyebar di 10 kabupaten dan kota se Riau. Kabupaten Pelalawan merupakan wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak yang mencapai 27 titik.

Selanjutnya Bengkalis tujuh titik, Siak enam titik, Indragiri Hilir lima titik, Indragiri Hulu dua titik serta masing-masing satu titik panas di Meranti, Kampar, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, dan Rokan Hulu.

"Dari 53 titik panas di Riau, 25 diantaranya dipastikan sebagai titik api," kata Bibin.

Titik api merupakan indikasi kuat terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen hingga 100 persen. Titik api itu menyebar di Pelalawan yang mencapai 20 titik, sementara sisanya di Bengkalis (2), Kuansing, Rohil dan Inhu masing-masing satu titik.

Sementara itu, pantauan RIAUONLINE sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru pada Sabtu petang terpantau diselimuti asap tipis. Sejumlah warga mengaku mata mereka terasa perih saat mengendarai sepeda motor.

Selain Riau, titik panas juga menyebar di sejumlah provinsi di Sumatera. Jambi 12 titik, Lampung enam titik, Sumbar dan Sumsel masing-masing tujuh titik, Aceh dan Sumut tiga titik, Bengkulu dua titik, dan Bangka Belitung satu titik.

Di Pelalawan, sejumlah prajurit TNI tampak sibuk menyusuri dan memadamkan titik-titik api.

Babinsa Koramil 04/Pangkalan Kuras Pelda Alek Hermawan masuk menyusuri hutan dengan berjalan kaki untuk mencari titik api yang sudah terdeteksi keberadaan dan titik kordinatnya di areal hutan TNTN.

Terlebih lokasi kebakaran tersebut tidak dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor sehingga harus jalan kaki sejauh lebih kurang 3 km untuk sampai ketujuan.

Danramil 04/Pkl kuras Kapten inf Kasmir ditempat terpisah mengungkapkan bahwa TNI berusaha semaksimal mungkin baru lapor jika ada kendala, serta harus bertanggung jawab terhadap wilayah binaan termasuk hutan TNTN.