Unilak Tuan Rumah Pertemuan Pimpinan PTS di Riau

Pertemuan-Rektor.jpg
(Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Koordinator Kopertis X Prof Dr.Herry menggelar pertemuan dengan pimpinan perguruan tinggi swasta di Riau yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Riau.

Pertemuan yang membahas perkembangan perguruan tinggi di Indonesia khususnya di wilayah Kopertis X yaitu Provinsi Riau, Sumbar, Jambi dan Kepulauan Riau itu berlangsung di aula gedung Pustaka Unilak, Jumat 19 Januari 2018.

Tampak pimpinan yang hadir di antaranya pejabat Universitas Islam Riau, Rektor Universitas Lancang Kuning Dr.Hasnati, Rektor Universitas Abdul Rab, Rektor Universitas Pasir Pangaraian, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau.

Dari Unilak sebagai tuan rumah turut hadir Wakil Rektor I Dr.Junaidi, Wakil Rektor II Ermina Sari STP,MSC, Wakil Rektor III Dr.Eddy Asnawi.M.Hum, jajaran dekan dan dosen Unilak.

Rektor Unilak Dr.Hj Hasnati menyampaikan, pertemuan digelar memanfaatkan momen saat Prof. Dr. Herry yang tengah berada di Pekanbaru dalam mengisi materi di Unilak.

Dikatakannya, pertemuan ini menjadi penting untuk mengupgrade segala informasi terkait dengan pekembangan perguruan tinggi di wilayah Kopertis X.

Acara Pertemuan dengan Koordinator Kopertis X ini dilakukan dengan diskusi dan tanya jawab yang di moderatori oleh Dr. Junaidi.

Prof Dr.Herry dihadapan para pimpinan perguruan tinggi menekankan informasi tentang perkembangan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di wiyalah kopertis X.

Di masa depan, persaingan Kopertis bukan lagi pada masing-masing universitas di Indonesia, tetapi dengan masuknya perguruan tinggi luar negeri ke Indonesia dan ini sudah ada dasar hukumnya.

"Untuk menghadapi itu, caranya adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan mutu di masing-masing universitas," ujarnya.

"Dosen juga berperan dalam meningaktan mutu pendidikan perguruan tinggi, mari berpacu diri untuk itu," imbau Herry.

Herry menambahkan, di wliayah Kopertis X ada sekitar 249 perguruan tinggi sebagian besar sudah terakreditasi. Herry menegaskan, untuk perguruan tinggi yang belum terakreditasi hingga bulan Mei 2018, tidak dibenarkan untuk menggelar wisuda dan pemerintah Indonesia telah mengeluarkan aturannya.

Untuk itu, Kopertis X mendorong perguruan tinggi untuk terakreditasi secepatannya. Di Kopertis X, belum ada perguruan tinggi yang memiliki akreditasi A,sebagian besar baru B. "Saat ini masyarakat sudah cerdas dan mengerti tentang akreditasi mereka akan memilih perguruan tinggi yang berkualitas," pungkasnya.(2)

 Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id