Wajah Mirip Artinya Jodoh, Benarkah?

Wajah-Mirip.jpg
(KLIKDOKTER.COM)

 

RIAU ONLINE - Memiliki kemiripin pada wajah pasangan artinya jodoh. Ungkapan ini sering diucapkan banyak orang. Namun, apakah ungkapan ini merupakan fakta atau hanya mitos?

 

Secara ilmiah dapat dibuktikan bahwa jodoh memiliki kemiripan pada wajah bukan sebuah mitos, tapi benar adanya.

 

Berdasarkan riset, pasangan yang menikah awalnya memang tidak memiliki kemiripan satu sama lain. Namun, kemiripan akan terjadi saat pernikahan memasuki usia 25 tahun. Semakin bahagian pasangan, maka akan semakin mirip kedua wajah pasangan tersebut.

 

Seorang psikolog Universitas Michigan, Robert Zajonc berpendapat bahwa kemiripan wajah disebabkan oleh pertukaran emosi yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

 

Penelitian yang dilakukan Robert menyebutkan faktor kesamaan makanan selama bertahun-tahun berpengaruh pada penimbunan jaringan lemak sehingga hai ini juga berkontribusi terhadap kemiripan wajah, meskipun tidak krusial.

 

Sementara itu, Anggota Redaksi Medis Kedokteran Umum KlikDokter.com, dr. Mega Putri menjelaskan pasangan akan mengalami pertukaran ekspresi mimik wajah yang sama selama bertahun-tahun dan merupakan empati tersendiri sehingga membuat wajah semakin mirip.

 

Seorang psikolog dari Swedia, Olaf Dimberg melakukan penelitian terhadap ekspresi mimik dengan mengukur ketegangan di otot muka saat ditunjukkan beberapa foto yang menunjukkan berbagai ekspresi.

 

Foto yang menunjukkan kemarahan maka orang yang melihatnya juga secara tidak sedar akan mempunyai ekspresi marah yang cenderung sama. Hal ini terjadi akibat ekspresi wajah akan membuat emosi yang sama karena otot wajah juga berperan dalam mengatur aliran darah yang mengalir ke dalam otak.

 

Pembuluh darah karotis yang ada di dalam leher bertugas memberikan pasokan darah ke otak juga mempunyai percabangan pembuluh darah ke area wajah.

 

"Jadi, ketika otot wajah lebih rileks, maka aliran darah ke otak akan semakin banyak sehingga banyak bagian dari otak yang mendapatkan lebih banyak pasokan darah," ungkap Mega.

 

Ekspresi wajah, seperti saat tersenyum, akan memicu bagian otak untuk membuat perasan yang saling berhubungan, misalnya kebahagiaan.

 

Menurut Mega, pasangan yang memiliki mimik ekspresi wajah yang sama akan secara tidak langsung memiliki emosi yang sama dan saling bersinergi satu sama lain.

 

"Mimik wajah akan membuat empati yang lebih kuat karena akan memicu perasaan yang lebih kuat dan lebih sinergi," jelasnya.

 

Kemiripan wajah pasangan akan terlihat saat keduanya mulai berbagi ekspresi yang sama setiap harinya. "Semakin bahagia pernikahan, maka akan terjeadi kemiripan yang sangat kuat pada pasangan tersebut," ujarnya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline