Kampus Pun Ikut Libur Gara-Gara Asap

EDARAN.jpg
(ISTIMEWA)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Universitas Riau meliburkan aktivitas Perkuliahan selama tigah hari Senin, 7 September hingga Rabu, 9 Septermber 2015 karena kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan kian pekat menyelimuti Pekanbaru. Namun pelayanan administratif tetap aktif seperti biasa.

 

"Khusus pelayanan rumah sakit UR disiagakan untuk tanggap darurat 24 jam," kata Rektor Unri Aras Mulyadi dalam surat edaran. Senin (7/9/2015).

 

Rektor Unri dalam surat edarannya nomor: 677/UN19/TU/2015 menyebutkan, berdasarkan hasil rapat pimpinan Universitas Riau mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang semakin berbahaya akibat bencana asap.

 

Berdasarkan hasil penelitian dari tim Satgas Penanggulangan Asap dan Devisi Medis Fakultas Kedokteran dan RS Universitas Riau bekerjasama dengan BMKG Pekanbaru telah mengidentifikasi PM10, CO, NO2, SO2 dan O3 sudah sangat berbahaya.

 

"Semua partikel tersebut dalam enam hari terakhir Critical Point (CP) nya sudah lebih dari 1.036.00 untuk standar ambang batas 250. Kemudian Pantauan tim CPI, Polutan Standar Indeks lebih dari 500 cp, normalnya kurang dari 100 cp," ujarnya.

 

Kualitas udara di Pekanbaru sangat buruk sejak sepekan terakhir. Dinas Pendidikan Pekanbaru sebelumnya sudah lebih dulu meliburkan aktivitas sekolah sejak tanggal 2 September 2015. Namun libur sekolah diperpanjangan hingga Selasa, 8 September 2015 lantaran kabut asap kian pekat.

 

"Kami perpanjang libur sekolah karena cuaca masih buruk," kata Kepala Disdik Pekanbaru Zulfadil, melalui sambungan telepon.

 

(BACA JUGA: Aksi Asap Mahasiswa Berujung Ricuh

 

Menurut Zulfadil, sekolah terpaksa diliburkan untuk mengurangi resiko penyakit paparan asap terhadap anak. Untuk mengantisipasi ketertinggalan pelajaran, para murid diberi pelajaran tambahan dan pekerjaan rumah.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline