Demi Pelayanan Maksimal, Plh Kalapas Pekanbaru Sidak Proses Kunjungan Warga Binaan

Plh-Kalapas-Pekanbaru-Sidak.jpg
Plh Kalapas Pekanbaru Sidak Proses Kunjungan Warga Binaan (Dok. Lapas Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berkualitas terus ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru. 

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peninjauan langsung yang dilakukan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yusup Gunawan, terhadap seluruh rangkaian layanan kunjungan bagi warga binaan.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi guna memastikan setiap tahapan layanan berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), sekaligus menjamin keamanan, ketertiban, serta kenyamanan bagi masyarakat yang datang berkunjung maupun warga binaan yang menerima kunjungan.

Sejak pagi, Yusup Gunawan turun langsung ke sejumlah titik pelayanan. Ia memulai pemantauan dari area pendaftaran pengunjung untuk memastikan proses registrasi berlangsung tertib, cepat, dan transparan. 

Di lokasi tersebut, petugas tampak memberikan pelayanan serta informasi secara aktif kepada masyarakat mengenai mekanisme dan tata cara kunjungan.

Menurut Yusup, area pendaftaran menjadi gerbang awal yang menentukan kualitas pelayanan secara keseluruhan. Karena itu, petugas dituntut mampu memberikan informasi yang jelas serta pelayanan yang ramah kepada setiap pengunjung.

“Pelayanan publik yang baik dimulai dari proses awal. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas, pelayanan yang cepat, dan merasa nyaman sejak pertama kali memasuki area lapas,” ujar Yusup Gunawan, Jumat, 5 Juni 2026.

Usai meninjau area registrasi, Yusup melanjutkan pengecekan ke lokasi pemeriksaan barang bawaan pengunjung. Di area tersebut, ia memastikan seluruh proses penggeledahan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemeriksaan barang bawaan merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Melalui pemeriksaan yang ketat namun tetap mengedepankan etika pelayanan, potensi masuknya barang-barang terlarang dapat dicegah secara maksimal.

“Kami tidak ingin ada celah yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Oleh karena itu, setiap pemeriksaan harus dilakukan secara cermat, profesional, dan sesuai prosedur,” tegasnya.

Tak hanya pemeriksaan barang, Yusup juga memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan penggeledahan badan kepada pengunjung. 


Ia menegaskan kepada seluruh petugas agar menjalankan tugas dengan mengedepankan sikap humanis dan menghormati hak-hak masyarakat.

Menurutnya, aspek keamanan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia harus berjalan beriringan dalam setiap pelayanan yang diberikan.

“Petugas harus tetap mengedepankan kesopanan, profesionalisme, dan pendekatan yang humanis. Keamanan memang prioritas, tetapi penghormatan terhadap hak asasi manusia juga harus menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” katanya.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke area kunjungan warga binaan. Di lokasi tersebut, suasana kunjungan terlihat berlangsung tertib dan kondusif. Warga binaan tampak memanfaatkan waktu kunjungan untuk berinteraksi dengan keluarga dan kerabat mereka.

Yusup menilai fasilitas layanan kunjungan yang tersedia telah mampu memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. 

Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi guna meningkatkan kualitas layanan ke depannya.

Menurutnya, layanan kunjungan memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan warga binaan. Kehadiran keluarga dan orang-orang terdekat dapat menjadi sumber motivasi bagi warga binaan untuk menjalani masa pidana dengan baik serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

“Layanan kunjungan bukan sekadar pelayanan administratif, tetapi juga bagian dari proses pembinaan. Dukungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis dan semangat warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yusup menegaskan bahwa seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Pekanbaru harus terus menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. 

Ia berharap budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat dapat terus diperkuat di lingkungan lapas.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kunjungan yang aman, tertib, nyaman, dan humanis. Profesionalisme petugas serta kepatuhan terhadap SOP menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami juga akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar kualitas pelayanan semakin meningkat,” ungkapnya.

Peninjauan langsung yang dilakukan pimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam memperkuat pengawasan internal sekaligus memastikan seluruh layanan publik berjalan optimal. 

"Langkah ini juga sejalan dengan komitmen pemasyarakatan untuk mewujudkan pelayanan yang berintegritas, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat," pungkasnya.