Tim SAR Lakukan Pencarian Bocah 8 Tahun yang Tenggelam di Sungai Ngaso Rohul

Tim-SAR-Lakukan-Pencarian-Bocah-8-Tahun-yang-Tenggelam-di-Sungai-Ngaso-Rohul.jpg
Tim SAR lalukan upaya pencarian terhadap bocah yang tenggelam di Sungai Ngaso Rohul (Dok. SAR Pekanbaru)

RIAU ONLINE, ROKAN HULU - Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Ngaso, Desa Suka Damai, Kecamatan Ujung Batu, Jumat, 9 Januari 2026 sore. Hingga Jumat malam, korban masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pekanbaru pada pukul 20.10 WIB dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rokan Hulu.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Sungai Ngaso, dengan titik perkiraan lokasi kejadian (Last Known Position/LKP) pada koordinat 1°3'10"N 100°18'5"E.

Menurut laporan awal, korban bernama Elmahesa (8), seorang anak laki-laki yang saat kejadian mandi di sungai bersama rekannya, Hazbi. Namun naas, debit air Sungai Ngaso sedang meningkat akibat arus yang deras.

"Korban bersama satu orang temannya mandi di sungai. Karena kondisi air sedang naik dan arus cukup kuat, keduanya terbawa arus".

"Satu orang atas nama Hazbi berhasil diselamatkan oleh masyarakat, sementara Elmahesa hingga saat ini belum ditemukan," ujar Putra, petugas BPBD Rohul, Sabtu, 10 Januari 2026.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Kansar Pekanbaru langsung mengerahkan Tim Rescue sebanyak delapan personel menuju lokasi kejadian.

Tim diberangkatkan pada pukul 20.30 WIB dengan jarak tempuh sekitar 143 kilometer dari Pekanbaru menuju Desa Suka Damai, dengan heading 297 derajat.

"Kami langsung melakukan respons cepat setelah menerima informasi. Tim rescue sudah diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban yang dilaporkan tenggelam," ujar Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi.

Dalam rencana operasi SAR, pencarian akan difokuskan di sekitar lokasi perkiraan korban terakhir terlihat serta menyusuri aliran Sungai Ngaso.

Apabila korban berhasil ditemukan, selanjutnya akan segera dievakuasi dan diserahkan ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk penanganan medis lebih lanjut.

Pihak SAR juga mengimbau masyarakat sekitar agar tetap mengutamakan keselamatan selama membantu proses pencarian. Warga diminta tidak nekat turun ke sungai tanpa peralatan keselamatan yang memadai.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mengambil risiko yang dapat membahayakan diri sendiri. Keselamatan relawan dan warga menjadi prioritas utama dalam operasi ini," lanjut Budi.

Kantor SAR Pekanbaru juga membuka layanan informasi dan pelaporan bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan korban atau kejadian darurat lainnya. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Kantor SAR Pekanbaru melalui WhatsApp di nomor 0811-7770-115.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban Elmahesa masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama BPBD dan masyarakat setempat.