3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Serangan Israel, Ini Identitasnya

Pasukan-UN-dari-RI.jpg
Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dari Indonesia sedang berpatroli di sepanjang Garis Biru di sekitar El Odeisse, Lebanon selatan. 16 Februari 2023. Pasqual Gorriz (UNIFIL) (Foto: Pasqual Gorriz (UNIFIL) via kumparan)

RIAU ONLINE - Pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang gugur akibat serangan Israel di Lebanon kini bertambah menjadi tiga orang.

Insiden tersebut terjadi dua lokasi. Lokasi pertama berada UNIFIL di Adchit Al Qusayr pada Minggu, 29 Maret 2026, menewaskan nyawa Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon dan melukai dua prajurit lainnya.

Peristiwa kedua terjadi di dekat Bani Hayyan, dua pasukan perdamaian RI gugur dalam insiden yang terjadi pada Senin, 30 Maret 2026. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur dalam insiden ini.

Kapuspen TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, mengatakan kedua prajurit yang gugur itu adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.


"Serta dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon," kata Aulia saat dikonfirmasi, Selasa, 31 Maret 2026, dikutip dari kumparan.

Aulia mengatakan untuk mengetahui penyebab insiden tersebut, UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi. Pihak TNI, kata dia, juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di daerah misi Lebanon.

"TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL," kata dia.