Kronologi Gugurnya TNI Saat Israel Serang Markas Pasukan Perdamaian RI di Lebanon

Pasukan-UN-dari-RI.jpg
Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dari Indonesia sedang berpatroli di sepanjang Garis Biru di sekitar El Odeisse, Lebanon selatan. 16 Februari 2023. Pasqual Gorriz (UNIFIL) (Foto: Pasqual Gorriz (UNIFIL) via kumparan)

RIAU ONLINE - Seorang prajurit TNI dan sejumlah personel luka-luka dalam serangan artileri Israel yang menghantam pangkalan pasukan Indonesia di distrik Marjayoun di Lebanon Selatan.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran baru terkait keselamatan pasukan internasional di tengah meningkatnya ketegangan lintas batas di wilayah tersebut.

Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan penembakan tersebut menghantam markas yang digunakan oleh kontingen Indonesia dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di kota Adshit al-Qusayr.

Juru bicara pasukan PBB Candice Ardiel, mengatakan sebuah proyektil meledak semalam di lokasi PBB dekat Adshit al-Qusayr, menyebabkan beberapa pasukan penjaga perdamaian terluka, seperti dilansir dari Liputan6.com, Senin, 30 Maret 2026.

“Sebuah proyektil meledak di posisi PBB, melukai sejumlah personel,” katanya, tanpa memberikan detail lebih lanjut tentang kondisi para korban luka.

Daerah tersebut terletak dekat dengan zona perbatasan yang rawan konflik antara Lebanon dan Israel. Baku tembak telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.


Insiden tersebut menggarisbawahi meningkatnya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian PBB yang ditempatkan di Lebanon selatan, sebuah wilayah yang telah berulang kali mengalami peningkatan ketegangan antara pasukan Israel dan kelompok-kelompok bersenjata.

UNIFIL, yang dibentuk untuk memantau gencatan senjata di sepanjang Garis Biru, mencakup kontingen dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dan memainkan peran kunci dalam menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan.

Pihak berwenang Israel belum memberikan komentar langsung mengenai serangan tersebut, dan rincian lebih lanjut tentang keadaan insiden tersebut masih belum jelas karena investigasi masih berlangsung.

TNI mengonfirmasi satu prajuritnya yang tergabung dalam UNIFIL gugur dalam tugas di Lebanon Selatan. Satu prajurit TNI lainnya mengalami luka berat dan 2 lainnya luka ringan.

TNI yang gugur tersebut sedang bertugas sebagai penjaga perdamaian di pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Minggu (29/3). Pos jaga yang berada di dekat Adchit Al Qusayr itu terkena serangan artileri di tengah konflik Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.

"Kami mengonfirmasi adanya terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (30/3/2026).

Saat ditanya ihwal identitas prajurit yang gugur, Rico menyerahkan kepada Mabes TNI. “Itu ranahnya Mabes TNI,” tutur Rico.