Jelang Arus Mudik Lebaran, Operasi Ketupat Fokus Amankan 5 Kluster

Ilustrasi-arus-mudik-lebaran1.jpg
Ilustrasi arus mudik (Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO via kumparan)

RIAU ONLINE - Operasi Ketupat 2026 segera dimulai untuk memberikan keamanan pada masyarakat pada arus mudik dan balik lebaran Idulfitri 2026.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi kemanusiaan guna menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

“Operasi Ketupat 2026 adalah operasi kemanusiaan. Bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi negara hadir, Polri hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan rangkaian bulan suci Ramadan dan Idulfitri berjalan aman, tertib, kondisi aman di bidang kriminalitas dan lancar di bidang lalu lintas,” kata Agus dalam keterangan tertulis, dikutip dari Liputan6.com, Minggu, 1 Maret 2026.

Agus menyebut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menetapkan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” sebagai semangat seluruh jajaran selama Operasi Ketupat. Polri dituntut untuk menyelesaikan persoalan selama Operasi Ketupat.

"Tentunya negara hadir untuk menjaga perjalanan pulang. Mudik adalah cerita keluarga. Tugas kami menjaganya. Mudik bukan hanya soal perjalanan tapi soal pulang dengan selamat,” ujarnya.


Agus menjelaskan, pengamanan difokuskan pada lima kluster utama, yakni jalan tol, jalan nasional maupun kabupaten, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, serta tempat wisata. Selain itu, pengamanan juga dilakukan di jalur alternatif menuju lokasi wisata, bandara, terminal dan stasiun.

“Termasuk keramaian dari tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia kami identifikasi, kami amankan termasuk jalur-jalur yang menuju ke tempat tersebut, jalur alternatif. Demikian juga bandara, terminal, termasuk stasiun juga kami amankan,” ucap dia.

Dia menegaskan, Operasi Ketupat bertujuan memastikan masyarakat selamat saat berangkat, aman saat berkumpul bersama keluarga, serta selamat saat kembali.

“Bagi kami sangat sederhana, bahwa Operasi Ketupat selamat perginya dan selamat kembalinya. Oleh sebab itu, kami mohon dengan semangat anggota di lapangan, mari kita jaga setiap perjalanan masyarakat,” jelasnya.

Agus juga menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat.

“Kita hadir lebih awal, pulang paling akhir. Bekerja sebelum terjadi kemacetan, bekerja sebelum terjadi situasi yang tidak kondusif, dan Polri hadir untuk bisa mengamankan dari sisi kriminalitas dan sisi kamseltibcarlantas,” pungkasnya.