RIAU ONLINE, JAKARTA - Pemerintah menargetkan untuk mengirim 300-500 pekerja migran terampil atau skilled workers ke berbagai negara dengan latar pendidikan SMA dan SMK.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau yang dikenal dengan Cak Imin mengatakan, lulusan jenjang ini dipilih karena lulusan jenjang di bawahnya banyak mengandung risiko.
"Kita tidak ingin (mengirimkan) di bawah SMK atau SMA yang berangkat ke luar negeri. Karena kalau tingkat pendidikan di bawah itu, banyak mengandung risiko, terutama menjadi domestic workers," kata Cak Imin, dikutip dari Liputan6.com, Selasa, 24 Februari 2026.
Cak Imin juga mengungkapkan bahwa peluang kerja bagi tenaga terampil Indonesia di luar negeri sangat besar, terutama di negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, Eropa, hingga Amerika Serikat.
Sektor profesi yang dibidik antara lain juru las, bekerja jasa, serta tenaga kesehatan.
"Potensi market-nya memang sangat besar dan bagus. Gajinya tinggi, jaminan sosial dan asuransinya juga baik. Jadi kita mendorong karena peluangnya tinggi dan bagus," ujarnya.
Karena itu, pihaknya dalam waktu dekat, pemerintah akan menuntaskan kebutuhan anggaran dibutuhkan, termasuk dengan menggelar rapat dengan para duta besar RI di berbagai negara guna memetakan kebutuhan tenaga kerja dan menyusun skema business process yang lebih detail terkait rekrutmen dan pemberangkatan yang dijadwalkan dalam pertengahan tahun ini.
"Insyallah mulai April, Juni, Juli, September sudah mulai siap memberangkatkan tenaga kerja skilled ke berbagai negara," pungkasnya.

