Rp 855 Miliar per Hari Dikucurkan untuk Program MBG di Awal 2026

MBG-di-Pekanbaru3.jpg
MBG di Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Sat Brimobda Riau. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE - Anggaran sekitar Rp 855 miliar per hari digelontorkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) pada awal 2026.

Ratusan miliar rupiah tersebut digunakan untuk mendistribusikan makanan bergizi kepada penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan anggaran harian tersebut akan meningkat seiring bertambahnya jumlah penerima manfaat MBG. Bahkan, sebutnya, anggaran diperkirakan akan naik menjadi Rp1,2 triliun per hari pada Mei 2026.

"Di Januari ini, hari ini kita mendistribusikan di seluruh Indonesia dan akan menggunakan uang kurang lebih Rp 855 miliar satu hari per hari ini sampai kemudian naik nanti di Mei akan ada Rp 1,2 triliun per hari karena jumlah menerima manfaatnya terus naik," kata Dadan usai meninjau pelaksanaan MBG di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 8 Januari 2026.

Dadan menjelaskan, sekitar 70 persen dari total anggaran MBG digunakan untuk membeli bahan baku makanan. Dia menyebut, sebanyak 95 hingga 99 persen bahan baku MBG berasal dari produk pertanian lokal, termasuk beras, sayur, telur, daging, dan susu, sehingga sekaligus mendorong perekonomian daerah.

Selain itu, lanjut Dadan, setahun program MBG disebut juga telah menyerap ribuan tenaga kerja untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi dapur MBG.


Dia menyatakan, masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) minimal membutuhkan 15 penyuplai, baik dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, yang menyediakan bahan baku untuk satu kali penyajian makanan bagi anak-anak dan ibu hamil.

"Satu SPPG memerlukan minimal 15 supplier mulai dari beras, minyak, telur, daging, ayam, susu, bumbu, dan lain-lain. Dengan begitu, program MBG tidak hanya memenuhi gizi anak, tapi juga mendorong ekonomi daerah," terang Dadan, dikutip dari Liputan6.com.

Sementara hingga akhir 2025, jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai 55,1 juta orang secara nasional.

"Di tahun 2026 ini kita akan terus mengejar target 82,9 juta sambil terus memperbaiki diri untuk sekaligus melakukan sertifikasi dan akreditasi," kata Dadan.

Dia menjelaskan, peningkatan jumlah penerima manfaat MBG akan diiringi dengan penguatan kualitas layanan, termasuk pengelompokan SPPG berbasis standar pelayanan dan keamanan pangan.

"Kita akan bisa mengelompokkan satuan pemenuhan berbasis kualitas layanan, dan target kita agar seluruhnya unggul sehingga makanan yang dihasilkan tidak hanya membuat anak tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan ceria, tapi juga aman," ucap Dadan.