Sebanyak 883 Meninggal Akibat Bencana di Sumatra Hingga 6 Desember

Jalan-tertutup-longsor-di-sumbar.jpg
Akses di wilayah Silungkang, Kabupaten Agam yang sempat terputus akibat bencana banjir bandang secara bertahap mulai dapat dilalui kembali, Rabu, 3 Desember 2025. (Foto: Dok. BNPB via kumparan)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 883 jiwa meninggal akibat bencana yang melanda Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara hingga, Sabtu, 6 Desember 2025.

Dikutip dari KUMPARAN, sebanyak 520 jiwa masih belum ditemukan dan 4,2 ribu jiwa mengalami luka-luka.

BNPB juga menyampaikan, sebanyak 121.500 rumah mengalami kerusakan di 51 kabupaten terdampak bencana banjir dan longsor.


Kabupaten Agam merupakan kabupaten dengan jumlah korban jiwa terbanyak, yakni 171 jiwa. 

Sementara jumlah pengungsi terbanyak ada di Kabupaten Aceh Tamiang, dengan jumlah pengungsi 281.300 jiwa.  

Sejumlah infrastruktur juga mengalami kerusakan akibat bencana ini. Dengan rincian kerusakan 1.100 fasilitas umum, 270 fasilitas kesehatan, 509 fasilitas pendidikan, 338 rumah ibadah, 221 gedung dan kantor, serta 405 jembatan.

Terbaru, pemerintah melakukan perbaikan 2 jembatan bailey yang dilaporkan mengalami kerusakan parah imbas bencana alam tersebut. Jembatan ini menghubungkan Provinsi Aceh dan Sumut yang beberapa waktu lalu terputus aksesnya.