Menperin akan Usulkan Pemindahan Entry Point Impor untuk Perkuat NTM

Menghadap-Prabowo-Agus-Gumiwang-Kembali-Jadi-Menteri.jpg
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Abid Raihan/kumparan)

RIAU ONLINE - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita akan usulkan pemindahan jalur masuk barang impor atau entry point kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Agus Gumiwang menjelaskan, hal ini merupakan bagian dari upaya memperkuat instrumen non-tariff measures (NTM) di Indonesia.

"Saya akan melakukan komunikasi dengan Menkeu untuk menjelaskan kepada beliau mengenai konsep kami mengenai konsep NTM," kata Agus Gumiwang, dikutip dari KUMPARAN, Jumat, 14 November 2025.

Saat ini, jumlah NTM Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan negara pesaing. Menurut Agus, instrumen ini dapat digunakan untuk melindungi industri nasional dan menjaga lapangan kerja.

Agus mengungkapkan bahwa Indonesia hanya memiliki sekitar 207–209 NTM, dengan sekitar 30 persen di antaranya berkaitan langsung dengan sektor manufaktur, sementara sebagian besar diterapkan pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.


Agus menegaskan bahwa fokus Kemenperin bukan pada menambah jumlah NTM, tetapi pada peningkatan kualitas kebijakan NTM agar lebih efektif dalam mendukung pertumbuhan industri. 

Salah satu usulan utama adalah penerapan kebijakan entry point, yaitu penetapan pelabuhan tertentu sebagai pintu masuk untuk komoditas tertentu.

"Kebijakan yang menetapkan pelabuhan tertentu untuk pintu masuk untuk barang tertentu ke Indonesia,” kata Agus Gumiwang. 

“Kita harap ke tiga pelabuhan di kawasan timur Indonesia, yaitu di Sorong, di Bitung, dan Kupang, hanya tujuh sektor yang memang kita anggap kita temui banjirnya produk-produk dari negara tertentu yang mencederai industri dalam negeri kita," paparnya.

Menurut dia, penerapan kebijakan entry point tidak hanya berfungsi sebagai alat pengendali impor dalam kerangka NTM, tetapi juga berpotensi memberi nilai tambah bagi ekonomi lokal.

"Konsep entry point bukan hanya yang jadi bagian NTM, dia bisa memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal, sektor pelayaran membutuhkan kapal-kapal lebih banyak, ada potensi pertumbuhan industri perkapalan kita akan tumbuh," pungkasnya.