BGN Ajukan Tambahan Anggaran Rp28,63 Triliun untuk Program MBG

Ilustrasi-menu-mbg.jpg
Ilustrasi MBG (Instagram/Liputan6.com)

RIAU ONLINE - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meminta tambahan anggaran sebesar Rp28,63 triliun. Dadan menjelaskan, serapan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meningkat menjelang akhir tahun 2025.

"Total kebutuhan anggaran kita tambahan yang kita sedang ajukan ke Kementerian Keuangan adalah Rp 28,63 triliun jadi ke Badan Gizi Nasional diprediksi akan menyerap 99 persen dana Rp 71 triliun kemudian ditambah dengan Rp 28,63 triliun, sehingga kita akan membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 99 triliun tahun 2025," papar Dadan, dikutip dari KUMPARAN, Kamis, 13 November 2025.

Dadan mengungkapkan, serapan anggaran bantuan pemerintah untuk MBG sudah mencapai Rp36,23 triliun dari alokasi Rp51,2 triliun. Menurutnya, masih ada kekurangan dana Rp14,53 triliun jika diasumsikan kebutuhan tambahan sebesar Rp29,5 triliun sampai akhir tahun.

Selain itu, BGN juga sedang menyiapkan SPPG untuk 8.000 titik daerah terpencil. Pengajuan tambahan itu juga nantinya akan meliputi kebutuhan untuk SPPG tersebut yang memerlukan anggaran sekitar Rp 14,1 triliun.

"Selain itu, kita sedang juga mengembangkan SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di daerah-daerah terpencil yang sudah kami data ada 8 ribu," kata Dadan.



Dadan juga menyebutkan bahwa ada potensi kekurangan pasokan jika tidak ada jutaan peternak baru utamanya untuk ayam petelur dan pedaging. 

Selain itu juga ada kebutuhan lainnya yang harus dipenuhi agar tak terjadi kekurangan pasokan, yaitu pasokan sayur-sayuran.

"Kalau kita tidak ada peternak baru 6 juta minimal tahun depan kita akan shortage, itu baru 2 kali seminggu memberikan telur ayam. Kalau keinginan Pak Presiden tiap minggu maka kita butuh lebih banyak lagi," kata Dadan.

Ke depan, Dadan menuturkan MBG harus berbasis produksi lokal agar bisa berdampak pada masyarakat. Untuk itu, BGN dan Danantara berencana untuk membangun peternakan ayam yang difokuskan untuk komunitas masyarakat di sekitar SPPG.

"Kemudian terkait yang pasok saya setuju semuanya berbasis lokal, dan kami nanti akan sampaikan ke Danantara agar uangnya membiayai masyarakat yang ada di sekitar SPPG,” ujarnya.

Nantinya, dalam satu SPPG dibutuhkan setidaknya empat kandang ayam petelur dan sembilan kandang ayam pedaging. Untuk itu, ia juga sudah menghitung luasan yang dibutuhkan.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa SPPG nantinya juga membutuhkan pasokan tambahan seperti dari perkebunan pisang sampai budidaya ikan lele.

"1 SPPG juga butuh 1,5 hektare kebun pisang untuk pisang kasih pisang 2 kali seminggu. Kalau ada yang seneng lele maka butuh 32 kolam lele [per] 1 SPPG," kata Dadan.