RIAU ONLINE - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut Provinsi Jawa Barat menjadi daerah dengan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terbanyak di Indonesia.
“Betul, masalah lebih banyak di Jawa Barat. Garut, Cianjur, Bandung Barat, dan ditambah dengan Sleman,” kata Dadan dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu 12 November 2025.
Dadan menjelaskan penyebab utama kasus keracunan bukan berasal dari kualitas air, melainkan dari makanan yang mengandung kadar nitrit tinggi akibat praktik pertanian yang tidak ideal.
“Daerah itu endemik untuk kejadian seperti ini. Bahkan bukan hanya masalah air, tapi ternyata infeksi nitrit cukup tinggi. Dan itu mungkin disebabkan oleh praktik budi daya petani yang terlalu banyak memberikan nitrogen sehingga kandungan nitrit di dalam tanaman cukup tinggi,” tegasnya, dikutip dari Liputan6.com, Kamis, 13 November 2025.
Menurutnya, kadar nitrit dalam bahan pangan yang tinggi dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak.
BGN bersama kementerian terkait tengah meninjau ulang rantai pasokan bahan pangan untuk program MBG di wilayah rawan tersebut.
Sebelumnya, Dadan menyampaikan bahwa BGN menyiapkan anggaran sebesar Rp29,5 triliun untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis hingga akhir tahun 2025.
Ia menjelaskan, serapan anggaran program MBG terus meningkat sejak awal tahun. Dari total pagu sebesar Rp71 triliun, hingga awal November 2025, BGN telah menyerap Rp43,47 triliun atau sekitar 61,2 persen dari total anggaran.
“Banyak pihak awalnya meragukan bahwa kita bisa menyerap Rp71 triliun. Tapi sekarang kita sudah menyerap Rp43,474 triliun, sudah mencakup 61,2 persen,” kata Dadan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI.
Dadan optimistis penyerapan anggaran akan terus meningkat hingga akhir tahun. Ia memperkirakan tambahan penyerapan mencapai Rp29,5 triliun dalam 50 hari terakhir tahun ini.
“Di akhir November ini kita akan menyerap tambahan Rp8,5 triliun, lalu sampai 15 Desember Rp10 triliun, dan di akhir Desember Rp11 triliun. Jadi total dalam 50 hari terakhir ini, kita akan butuh Rp29,5 triliun,” jelasnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang ditujukan untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia, sekaligus mendorong kesejahteraan pelaku usaha pangan lokal.

