RIAU ONLINE - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK), Pratikno mengungkapkan bahwa penderita Tuberkulosis (TBC) di Indonesia merupakan yang terbanyak kedua di dunia.
Pratikno mengatakan, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius dan segera dituntaskan.
"Jadi kita tahu penyakit TB ini adalah penyakit yang harus diperhatikan secara serius, karena Indonesia penyumbang kedua terbesar di dunia setelah India. Kita tidak ingin situasi ini berlanjut," kata Pratikno, dikutip dari KUMPARAN, Minggu, 9 November 2025.
Pratikno juga mengungkapkan bahwa jumlah penderita TBC di Indonesia sempat menurun hingga 2021. Namun, kondisi ini mulai berbalik pada 2021 saat pandemic Covid-19.
"Itu pasti karena orang komorbid, tidak berani keluar rumah, tidak berani berobat ke rumah sakit. Para dokter juga sangat serius pada waktu pandemi Covid, terus kemudian rumah sakit juga sangat sibuk karena pandemi Covid," ungkapnya.
"Nah ini menyebabkan ada kenaikan kasus mulai tahun 2022, sampai 2024 ada kenaikan sedikit," imbuh Pratikno.
Pemerintah saat ini tengah menggalakkan kampanye Temukan, Obati, Sampai sembuh (TOS TBC). Fasilitas pengobatan TBC juga kini sudah diperbanyak hingga tingkat puskesmas.
"Ini fasilitas pengobatannya, Pak Wamenkes yang mengawal ini, sudah tersedia di puskesmas. Obatnya tersedia, alat screening-nya juga tersedia, mulai dari puskesmas sampai rumah sakit," tuturnya.
Pratikno berharap, dengan berbagai upaya yang dilakukan ini bisa menurunkan tingkat penderita TBC di Indonesia, sekaligus menekan angka penularannya.
"Kita sangat berharap dalam waktu yang tidak lama kita bisa menuntaskan kasus TBC ini, mulai turun tahun 2025 dan seterusnya turun drastis untuk ke depannya. Karena ini adalah penyakit menular dengan angka kematian yang tinggi, angka kematiannya lebih tinggi dari Covid ya," pungkasnya.

