RIAU ONLINE - Pemerintah akan melakukan negosiasi ulang terkait utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh. Hal ini disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
Erick mengungkapkan, negosiasi tersebut bukan menjadi tupoksi Kementerian BUMN, sehingga akan dilakukan kementerian/Lembaga lainnya.
"Isu daripada Whoosh itu, salah satunya kan nanti ada negosiasi ulang. Bukan kami tentunya, tupoksinya dari kementerian lain," kata Erick, dikutip dari KUMPARAN, Selasa, 16 Februari 2025.
Sebelumnya, restrukturisasi utang Whoosh sudah masuk ke dalam salah satu dari 22 program kerja strategis yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 Danantara.
"Sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, bahwa rencana daripada fasilitas pendukung itu, itu diusulkan menjadi milik pemerintah, tetapi yang kereta apinya semua operasional di KAI," ujar Erick.
Erick juga mengungkapkan bahwa hal ini harus benar-benar dibicarakan karena memerlukan kesepakatan dengan pihak China. Ke depan, dengan adanya rencana perpanjangan rute kereta cepat hingga ke Surabaya, Erick melihat masalah ini harus selesai terlebih dahulu.
"Apalagi kita akan mendorong sampai nanti Surabaya, artinya struktur ini harus putus dulu sebelum kita dorong ke Surabaya," ungkapnya.
Restrukturisasi ini dinilai krusial karena proyek Whoosh menyedot dana jumbo dan kini menimbulkan beban keuangan yang cukup besar bagi konsorsium pengelola.

