RIAU ONLINE, PEKANBARU - Rapor pendidikan Kota Pekanbaru di tahun 2025 naik ke tingkat Tuntas Madya dengan nilai standar pelayanan minimal 80,51, naik satu tingkat dari Tuntas Pratama tahun 2024.
Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau menyampaikan rapor pendidikan merupakan akumulasi seluruh capaian satuan pendidikan di daerah.
Kepala BPMP Riau Nilam Suri mengapresiasi Kota Pekanbaru yang menjadi satu-satunya di Provinsi Riau dengan capaian Tuntas Madya.
"Ini mari kita kawal bersama, karena belum banyak di Indonesia yang berhasil Tuntas Madya. Kami bangga dengan capaian Kota Pekanbaru, tapi jangan cepat berbangga hati, tugas berat menuju Tuntas Utama dan Paripurna," katanya di Pekanbaru, Senin, 15 September 2025.
Nilam menyebutkan 15 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam rapor pendidikan Kota Pekanbaru didominasi nilai baik dan tinggi. Peningkatan tertinggi yakni kemampuan numerasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan umum, serta partisipasi sekolah dan proporsi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang sudah S1 D4.
Namun, 3 dari 15 kategori yang ada mendapat nilai rendah dua dan sedang satu. Hal ini disebabkan masih tingginya angka putus sekolah pada usia 5-6 tahun dan 6-17 tahun kesetaraan. Sedangkan yang sedang yakni proporsi jumlah satuan PAUD terakreditasi minimal B.
"Tahun lalu Pratama dan sekarang Madya, paling tinggi di Provinsi Riau. Semoga bisa naik ke utama dan paripurna. Perlu peningkatan literasi dan numerasi, yang jadi perhatian untuk SD dan SMP," ungkapnya.
Sementara itu Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar yang hadir dalam ekspos rapor pendidikan itu bersyukur Kota Pekanbaru sudah masuk kategori Tuntas Pratama. Akan tetapi dia meminta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk tidak berpuas hati.
"Kita minta agar tahun depan kembali naik menjadi Tuntas Utama dengan meningkatkan 10 poin lagi dari yang sekarang nilainya 80,51," ujarnya.
Lebih lanjut ia meminta keberhasilan ini bukan sekadar nilai, namun yang penting kondisi nyata kualitas pendidikan itu sendiri. Sebagai catatan usia sekolah 5-6 masih merah angka putus sekolahnya.(ANTARA)

