Kepala BGN Tegaskan Tak Segan Copot Oknum SPPG yang Langgar SOP

Ilustrasi-makanan-bergizi-gratis-MBG-di-siak.jpg
Ilustrasi - Menu makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Siak. (HENDRA DEDAFTA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pihaknya akan memeriksa informasi di media sosial terkait dugaan penambahan harga telur jauh di atas harga sebenarnya oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sudaryono mengatakan, BGN tidak segan mencopot pihak yang terbukti melanggar SOP dan menyebabkan kejadian fatal atau melakukan pelanggaran hukum. 

"Intinya adalah saya ini hari ke-9 saya jadi Kepala BGN, kita benahi semua, kita benahi dari tata kelolanya, kita benahi dari pelaksanaan SOP-nya. SOP-nya sudah ada semua, tinggal secara konsekuen dan disiplin dilaksanakan, termasuk SOP rantai pasok, cara berbelanja dan lain sebagainya," kata Sudaryono, dikutip dari ANTARA, Minggu, 23 Agustus 2026.

Ia mengakui masih terdapat oknum di sejumlah SPPG yang melakukan pelanggaran. Namun, menurut dia, tindakan tersebut tidak mewakili banyak SPPG yang telah menjalankan tugas sesuai ketentuan.



Sudaryono menyebut sejumlah pelanggaran, antara lain tidak hadir di dapur dan tidak menjalankan SOP yang telah ditetapkan. Pelanggaran tersebut dalam sejumlah kasus dapat menimbulkan gangguan kesehatan hingga keracunan makanan. Selain itu, terdapat anggota SPPG yang terlibat penipuan dan judi daring.

"Semua pelanggaran ini, kita lihat kadarnya, manakala itu memang melanggar hukum dan terbukti secara investigasi, kita tidak segankan untuk kita copot dan kita berhentikan status ASN P3K," ujarnya.

Menurut Sudaryono, langkah pencopotan merupakan bagian dari upaya mendisiplinkan SPPG yang memproduksi Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menjaga kepercayaan terhadap SPPG yang telah menjalankan tugas dengan baik.

Ia menegaskan pemberhentian dilakukan melalui mekanisme sesuai ketentuan dan tidak dilakukan secara sewenang-wenang. (ANTARA)