69 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Pelalawan Masih yang Terbanyak

Ilustrasi-titik-panas1.jpg
Ilustrasi titik panas (Dok. BMKG)

RIAU ONLINE - Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi total 733 titik panas di Pulau Sumatera, berdasarkan pembaruan data pada pukul 16.00 WIB, Jumat, 21 Agustus 2026.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengungkapkan 69 titik di antaranya terdeteksi di Provinsi Riau.

"Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Bangka Belitung dengan 100 titik dan Lampung dengan 98 titik, disusul oleh Riau 69 titik, Jambi 53 titik, Kepulauan Riau 17 titik, Bengkulu 14 titik, Sumatera Barat 4 titik, dan Sumatera Utara 1 titik," katanya.

Puluhan titik panas tersebut tersebar di delapan wilayah kabupaten di Riau. Kabupaten Pelalawan menjadi area paling krusial di Riau dengan temuan 56 titik panas, diikuti oleh Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 4 titik, dan Kabupaten Kampar 3 titik.



Selebihnya terdeteksi di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 2 titik, serta Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Rokan Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hulu yang masing-masing mencatatkan 1 titik panas.

Sementara Manggala Agni mencatat kebakaran lahan di Riau sudah menghanguskan 700 hektar lebih dalam beberapa hari terakhir. Terbanyak di Kabupaten Inderagiri Hulu seluas 434 ha dan Pelalawan 300 ha.

Selain dua daerah tersebut Manggala Agni juga menangani sejumlah kebakaran lahan di Provinsi Riau. Di antaranya Kabupaten Kampar, Siak, dan Bengkalis.

"Untuk Wilayah Sumatera saat ini yang sedang naik frekuensi kebakarannya di Riau dan Sumatera Selatan. Untuk Sumsel saat ini juga sudah hampir 15 hari di-BKO-kan juga Manggala Agni dari Jambi," ungkap Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto.(ANTARA)