Prabowo Sebut yang Mau Jadi Menterinya Harus Setuju Program Makan Siang Gratis

Prabowo32.jpg
Calon Presiden (Capres) nomor urut dua, Prabowo Subianto menyampaikan pidato politiknya saat kampanye akbar di Stadiun Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (10/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto] ([Suara.com/Alfian Winanto])

RIAU ONLINE, JAKARTA-Prabowo Subianto mewanti-wanti kepada siapapun yang ingin bergabung di kabinet Prabowo-Gibran, harus setuju dengan program makan siang dan susu gratis untuk anak-anak. Penilaian awal itu akan diterapkan Prabowo saat mencari mentri untuk kabinet jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden RI 2024-2029.

Peringatan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato di acara kampanye akbar bertajuk Pesta Rakyat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (10/2/2024).

"Saya katakan nanti siapa yang mau masuk kabinet, siapa yang mau jadi menteri saya harus setuju anak-anak harus diberi makan siang. Kalau kau nggak setuju, nggak usah gabung di kabinet Prabowo Subianto," kata Prabowo.

Dalam pidatonya tersebut, Prabowo sebelumnya juga menyinggung pihak-pihak yang tidak setuju dengan program makan siang dan susu gratis Prabowo-Gibran.


Menurutnya, pihak yang tidak setuju tersebut merupakan orang-orang yang tidak waras.

"Saudara-saudara sekalian, yang mengatakan makan untuk anak-anak kita tidak penting, menurut saya bukan orang yang waras, bukan orang yang cinta tanah air. Saya tidak ragu-ragu, Prabowo-Gibran tidak ragu-ragu, kami akan memberi makan siang untuk anak-anak Indonesia," ujar Prabowo.

Ketum Partai Gerindra itu menyarankan pihak-pihak yang tidak setuju akan program makan siang dan susu gratis untuk anak-anak tersebut untuk belajar kembali.

"Yang tidak setuju mungkin sebaiknya belajar lagi, yang tidak setuju anak-anak Indonesia dikasih makan siang kebangetan," tuturnya.

Kendati begitu, Prabowo tak ambil pusing terhadap anggapan miring pihak-pihak yang tidak setuju terhadap program unggulannya tersebut. Sebab yang terpenting menurutnya rakyat setuju akan programnya tersebut.

"Yang penting rakyat setuju atau tidak? Penting atau tidak? Mau nggak anak-anak kalian kuat, pinter, cerdas, mau atau tidak?," tanya Prabowo disambut teriak mau dari pendukung yang hadir dikutip dari suara.com