Dwi Cahyono, Putra Papua yang Fasih Berbahasa Jawa Lulus Jadi Tentara

Dwi-Cahyono.jpg
(Youtube TNI AD)

RIAU ONLINE, PAPUA-Dwi Cahyono, putra Papua asli ini viral. Bagaimana tidak, walau berdarah Papua asli dia sangat fasih berbahasa jawa. Cita-citanya untuk jadi TNI juga mengebu di dadanya. Berkat kegigihannya, ia berhasil lolos seleksi menjadi calon prajurit TNI AD.

Perjuangan Dwi Cahyono hingga berhasil lolos seleksi pun patut diapresiasi. Berikut ulasan lengkapnya.


Anak Suku Auyu Papua Jago Bahasa Jawa

dwi cahyono putra asli papua jago bahasa jawa lulus tni ad

dwi cahyono putra asli papua jago bahasa jawa lulus tni ad/Instagram @tni_angkatan_darat

Dwi Cahyono merupakan pemuda dari suku Auyu Kabupaten Mappi, Papua. Meski putra asli Papua, Dwi Cahyono diketahui juga jago berbahasa Jawa.

Dilansir dari akun Instagram @tni_angkatan_darat, Dwi Cahyono berhasil lolos seleksi menjadi prajurit tamtama PK TNI AD Gelombang I tahun 2020 binaan Koramil 1707-07/Keppi Kodim 1707/Merauke.

 

Diasuh oleh Orang Tua Angkat Sejak Usia 3 Hari

Dilansir dari tniad.mil.id, melalui keterangan tertulisnya di Merauke, Papua, Rabu (26/5), Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Eka Ganta Chandra mengungkapkan bahwa putra Papua yang bernama Dwi Cahyono merupakan anak yatim yang diasuh oleh pasangan Mardi Santoso dan Parinten.

Dwi Cahyono diasuh oleh pasangan tersebut sejak usia tiga hari hingga saat ini lolos seleksi menjadi calon prajurit TNI Angkatan Darat.

"Yang sebenarnya anak tersebut dilahirkan dari pasangan Agustinus Hemi Kumuda dan Yulita Pari Kumuda (Suku Auyu). Mardi Santoso menyampaikan bahwa anak angkat nya tersebut bercita-cita menjadi tentara sejak di bangku SD," terangnya.

 

Sempat Gagal Seleksi Tamtama PK Sumber Pedalaman Tahun 2019

Letkol Eka mengatakan bahwa setelah lulus SMK, Dwi Cahyono mendaftar untuk menjadi prajurit TNI AD melalui Koramil dan kemudian dibina oleh Koramil 1707-07/Keppi.

Dwi Cahyono ternyata sempat gagal seleksi Tamtama PK Gelombang 2 sumber pedalaman di tahun 2019.

"Pada kesempatan pertamanya Dwi Cahyono mengalami kegagalan di penerimaan Tamtama PK Gelombang 2 sumber pedalaman tahun 2019, karena terbatasi alokasi penerimaan. Dan pada seleksi tahun 2020 ini dinyatakan lulus dan itu murni merupakan hasil kerja keras dan tekadnya untuk menjadi prajurit TNI," ungkap Letkol Eka.

Meski Gagal Tidak Menyerah

Ayah angkat Dwi Cahyono, Mardi Santoso pun menceritakan semangat anaknya untuk menjadi prajurit TNI AD. Meski sempat gagal, Dwi Cahyono tetap tak menyerah.

"Pada awal tahun 2020 anak saya ini kembali mendaftarkan di Koramil, syukur Alhamdulillah, saya mendengar kabar bahwa anak saya ini lulus dan akan menjalani pendidikan TNI AD di Rindam XVII/Cenderawasih," jelasnya.

Ungkapan Rasa Bangga dari Babinsa Koramil 170-07/Keppi

Babinsa Koramil 170-07/Keppi yang merupakan pembina sehari-hari pun mengungkapkan rasa bangganya. Ia juga menyampaikan bahwa selama berada di Merauke, anak-anak yang berasal dari Mappi semuanya ditampung di rumahnya serta melakukan pembinaan fisik dan psikologi di Kodim 1707/Merauke.

"Saya turut bangga, bahwa ada anak binaan kami yang dinyatakan lulus seleksi dan akan mengikuti pendidikan tamtama, semoga ini akan memacu semangat putra daerah untuk mengabdikan dirinya melalui TNI AD," ungkapnya.