Buruh Bongkar Muat Harus Menunggu Seharian untuk Dapatkan Uang Rp 35 Ribu

Rudi-Hartono-dan-para-buruh.jpg
(Riau Online)
RIAU ONLINE, BENGKALIS - Sepinya barang muatan masuk ke Pulau Bengkalis mulai dikeluhkan para  buruh tergabung di F-SPTI dan K-SPTI dari 7 Kecamatan di Kabupaten Bengkalis, Riau.
 
Sebanyak 2.760 pekerja angkut itu mengeluh soal upah yang mereka terima turun jauh drastis.
 
Ketua bongkar muat dan Korlap DPC F-SPTI dan K- SPTI Rudi Hartono menyebut turunnya pendapatan gaji untuk seorang buruh dikarenakan mewabahnya virus Corona atau covid-19. 
 
"Sebelumnya, berpenghasilan Rp 8500-100 ribu perhari, tapi semenjak pandemi  virus Corona virus ini, para buruh di bengkalis hanya mendapat upah Rp35 ribu perharinya," kata Rudi Hartono, Selasa 7 April 2020.
 
Rudi menambahkan, ada 2.760 pekerja buruh FSPTI-K-SPTI untuk khusus dari 7 kecamatan di Kabupaten bengkalis. Para buruh harus mengelus dada lantaran pendapatan para buruh sangat jauh berkurang disebabkan mewabahnya virus Corona saat ini.
 
Disebutnya, para buruh selama ini hanya mengharapkan bongkar dari truk. Sedangkan, untuk muat barang selama wabah Corona ini hanya ada 1 kapal dan itu jarang masuk lagi ke Bengkalis. 
 
"Sebelumnya para buruh bisa mendapat upah sebesar Rp100 ribu perharinya. Dampak dari virus corona ini jauh menurun dan menjadi Rp 35 ribu perharinya. Sedangkan para buruhpun harus menunggu sampai malam karena buruh masih harus menunggu truk yang masuk melalui armada jasa roro untuk dilakukan bongkar barang,"ujarnya.
 
Menurut Rudi, saat ini cuma bongkar barang yang diharapkan oleh para buruh dan itu menunggu truk coltdisel masuk. Sedangkan untuk muat barang sama sekali sudah tidak ada lagi. 
 
"Seluruh buruh saat ini jelas mengeluh karna kebutuhan kehidupan untuk keluarga mereka tidak mencukupi, tetapi mau tidak mau harus bekerja dilapangan sedangkan semua barang naik, contoh aja gula udah 20 rb/kg. Semenjak virus Corona ini pendapatan para buruh jauh merosot,"ujarnya lagi.
 
Sementara itu, Arifin (57) salah seorang buruh bongkar muat barang di pelabuhan camat Bengkalis menyampaikan, walaupun saat hanya mendapatkan upah 50-35 ribu perharinya, dirinya tetap bekerja dikarena untuk menafkahi kehidupan anak dan istrinya dirumah.
 
"Semenjak virus Corona ini, kami bekerja untuk mendapatkan 80 ribu saja susahnya mintak ampun. Apalagi keadaan ekomi sekarang ini sangat merosot, ditambah lagi adanya wabah Covid-19, dan kami selama bekerja dipelabuhan ini sangat jauh berkurang," ucap Arifin.
 
Lanjut Arifin, jika memang pemerintah memandang mereka,  pemerintah seharusnya memberikan bantuan karena mereka tetap harus bekerja demi memberikan nafkah keluarga.
 
"Kami para buruh sangat mengharapkan, adanya bantuan dari pemerintah, soalnya, untuk makan saja saat ini susah apalagi mau beli ini itu. Memang gaji kami perharinya pun sekarang ini tidak menentu, terkadang ada terkadang tidak ada. Memang jauh kekurangannya saat ini," pungkasnya.

-->