Penularan Corona dari Orang Tanpa Gejala, Pasien Positif Tembus 2.092

Virus-Corona.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE - Juru bicara penanganan kasus virus corona Dr Achmad Yurianto mengatakan penularan virus corona pada akhir-akhir ini terjadi dari orang yang tidak memiliki gejala atau keluhan apapun.

Orang yang merasa sehat itu, kemudian tetap mudik ke kampung halaman sehingga menularkan virus tersebut kepada keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

“Kami melihat bahwa sebaran kasus sekarang muncul akibat pergerakan orang tanpa gejala. Kasus positif tanpa keluhan apapun dari kota-kota besar yang kita data memiliki kasus tertinggi sebagai pusat-pusat sebaran, ke daerah-daerah di sekitar, ke kota-kota di sekitar," ujar Yuri saat telekonferensi di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (4/4).

Oleh karena itu untuk kesekian kalinya ia mengimbau warga untuk tinggal di rumah saja guna memutus rantai perebakan virus mematikan ini.

"Inilah yang meyakinkan kita bahwa tinggal di rumah adalah jawaban satu-satunya yang benar. Tidak melakukan perjalanan kemana pun, apakah ke kampung, apakah ke rumah saudara ataukah ke tempat lain," ujarnya.

Dengan penularan yang masih terus terjadi ini, maka Yuri melaporkan adanya penambahan kasus baru positif sebanyak 106. Total orang yang terjangkiti virus Covid-19 sampai saat ini mencapai 2.092.

Meski begitu, pasien yang sembuh pun terus bertambah. Tercatat sebanyak 16 orang sudah diperbolehkan pulang, sehingga total yang pulih dari virus ini menjadi 150 orang. Tambahnya, semua pasien yang telah sembuh ini dalam kondisi yang sangat baik.

Yuri mengatakan mereka yang sembuh tidak berpotensi menularkan virus pada orang lain, bahkan memiliki imunitas atau kekebalan tubuh terhadap Covid-19.

Yuri juga melaporkan adanya pasien yang tidak mampu bertahan melawan virus mematikan ini sehingga angka kematian kini mencapai 191 orang.

Ibu kota Jakarta masih menjadi pusat perebakan virus, dengan total kasus harian mencapai 55 kasus, dan total penderita Covid-19 mencapai 1.028 orang.

Hingga saat ini, kata Yuri pihaknya sudah memeriksa 7896 spesimen yang didapatkan dari 120 kabupaten/kota dengan metode molekuler PCR.

Pemerintah pada Sabtu (4/4) juga telah menyalurkan (APD) dan masker dari Jakarta ke beberapa daerah di Indonesia, tidak saja ke rumah sakit, tetapi juga puskesmas, dan juga klinik.

Jumlah APD yang dikirimkan antara 5.000 hingga 7.000 lembar, sedangkan untuk masker sebanyak 20.000 hingga 150 ribu, papar Yuri.

Kedua alat pelidung itu dikirim ke Batam, Tanjung Pinang, Medan , Banda Aceh, kemudian Balikpapan, Tarakan, Gorontalo, Manado, Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin.

Artikel ini lebih dulu tayang di VOA dengan judul: Kasus Positif Corona di Indonesia Tembus 2.092 Orang

-->