Sederet Sindiran Keras PKS untuk Prabowo yang Berpaling ke Demokrat

Pertemuan-SBY-dan-Prabowo-di-Cikeas.-2017.jpg
(merdeka.com/muhammad luthfi rahman)


RIAU ONLINE - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kian intens membangun komunikasi politik. Pertemaun kaduanya pada Selasa, 24 Juli 2018 kemarin menandai babak baru penjajakan koalisi jelang Pemilihan Presiden 2019.

Bahkan, Demokrat disebut-sebut menyorongkan kadernya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi cawapres Prabowo. Prabowo juga memberi sinyal dengan memasukkan AHY dalam bursa cawapresnya.

"Kalau umpamanya dalam pertemuan nanti nama AHY muncul sebagai yang dibicarakan, saya harus katakan, why not?" katanya di kediaman SBY, seperti dilansir dari Liputan6.com, Rabu, 25 Juli 2018.

Munculnya nama AHY dalam bursa cawapres Prabowo sontak menimbulkan riak di tubuh partai yang dekat dengan Gerindra. PKS adalah partai yang menunjukkan penolakan paling keras.

Pasalnya, PKS jauh-jauh hari sudah menyodorkan kader-kader terbaiknya sebagai cawapres Prabowo. Seakan tak terima, PKS memberi sindiran keras kepada Prabowo yang mulai berpaling ke Demokrat. Berikut sindiran PKS untuk Prabowo:

Ancam tinggalkan Prabowo

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan bahwa partainya akan mempertimbangkan untuk berpisah dengan Partai Gerindra jika 9 nama kader tidak dipilih menjadi cawapres Prabowo.

Mardani mengakui peluang kadernya dipilih menjadi cawapres atau tidak oleh Prabowo cukup berimbang. "Ya semua kondisi akan dihitung dikaji kalau ternyata kajiannya positif lanjut, kalau ternyata negatif belum tentu lanjut," kata Mardani.

Ingatkan jadi teman setia

Pertemuan Prabowo dan SBY diyakini menjadi suatu penjajakan untuk menjadikan Kogasma Demokrat AHY sebagai cawapres. Namun sebagai salah satu koalisi, PKS tak relah jika Prabowo meminang AHY dan tak memilih salah satu kader PKS terbainya, Ahmad Heryawan.

Hal ini diungkapkan Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring. Menurutnya, Demokrat merupakan 'orang baru' yang mendekati Gerindra.

"Kalau ini ya, berkalau-kalau (Prabowo-AHY), ya kita bisa juga melihat keadaan Gerindra, PKS sudah lama ini berkoalisi di Pilkada. Di DPR dalam tanda kutip Demokrat kan baru mendekatlah. Kami berharap (Demokrat) teman setialah," katanya.

Sentimen orang Jabar

Jika Prabowo maju, maka Prabowo harus melawan Jokowi dalam pilpres 2019. Tentu saja itu tidak mudah jika melihat elektabilitas Jokowi yang selalu mengungguli Prabowo. Untuk itu perlu calon yang pas untuk mendampingi Prabowo.

Menurut Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring, Prabowo bisa kalahkan Jokowi, jika memilih kadernya Ahmad Heryawan sebagai cawapres Prabowo. Dia optimis Prabowo akan menang jika memilih Aher, khususnya dapat mendulang suara di provinsi Jawa Barat. Menurutnya, Prabowo juga belum tentu memilih AHY jadi cawapres.

"Ya ini berkalau-kalau yah (AHY). Kita tetap posisi bahwa menawarkan cawapres kita. Paling utama Ahmad Heryawan. Kalkulasi juga ada beliau dua kali menjadi Gubernur Jabar. Dan sentimen Jabar cukup besar. Jabar provinsi terbesar 47 juta lebih. Wapres terakhir republik ini dari Jabar bapak almarhum Umar Wirahadikusumah. Sentimen orang Jabar ini menurut saya satu penggalangan dukungan besar," paparnya.