Lapas ini Dilengkapi X-Ray yang Bisa Tembus Tengkorak Manusia

Ilustrasi-Penjara.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Lapas khusus untuk pengedar narkoba kelas kakap akan dijaga oleh petugas khusus. Seleksi petugas pun dilakukan secara ketat, yang terdiri dari petugas terbaik dari berbagai lapas.

Lulusan terpilih dari Akademi Ilmu Pemasyarakatan Indonesia (AKIP) juga akan ditempatkan di Lapas ini. Selain itu, lapas akan menjadi tempat untuk menggodok para petugas magang.

Nusakambangan Siapkan Penjara Khusus Narkoba, 1 Napi 1 Sel

Bentrok Napi Di Nusakambangan, 1 Tewas 3 Luka-Luka

"Orang-orang yang kita tempatkan di Pasir Putih dan Lapas Batu setelah melawati assesment, oleh tim independen dari luar. Kita bekerjasama dengan psikolog Angkatan Udaram," terang Menteri Hukum dan Ham, Yasonna Laoly seperti dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 23 Desember 2017.

Lapas Khusus Bandar Narkoba Nusakambangan juga dilengkapi dengan detektor canggih atau X-Ray yang mampu mendeteksi benda yang amat kecil. Detektor akan ditempatkan di berbagai titik, mulai pintu utama hingga ruangan-ruangan khusus yang hanya boleh diakses oleh petugas.

Yasonna menyebut, X-Ray itu bisa mendeteksi benda terkecil, misalnya cincin dan tembus hingga tengkorak manusia.

Tahun 2017 ini, dijadwalkan pembangunan Lapas Bandar Narkoba akan selesai. Awal 2018, napi bandar narkoba beresiko tinggi mulai ditempatkan. Untuk menjamin keamanan dan sterilnya Lapas lapas Batu yang tadinya berkapasitas di atas 750 orang akan dikurangi hanya menjadi 90 orang.

Kemenkumham juga menggandeng kepolisian dan Badan Nasional Narkota (BNN) menempatkan personelnya menjadi petugas gabungan yang bersama-sama mengawasi napi. Bergabunganya dua lembaga penegakan hukum ini akan memperkuat pengamanan Lapas di Nusakambangan.

Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian menyatakan, Lapas Khusus Bandar Narkoba Pulau Nusakambangan bakal menjadi tempat dibuinya pada bandar inti jaringan, atau aktor utama jaringan narkoba.

Penempatan jaringan inti narkoba di Lapas SMS bakal melemahkan jaringan narkoba. Gembong narkoba ini akan benar-benar terputus dari dunianya. Mereka dilarang bertemu dengan tamu, kecuali keluarga inti.

Kapolri optimis, Lapas Bandar Narkoba akan menjadi Lapas yang sangat steril dan aman. Yang kini diperlukan adalah sistim manajamen Lapas, termasuk personel. Salah satunya, dengan memberi penghargaan lebih kepada petugas yang ditempatkan di Lapas khusus ini.

"Jaringan ini ada yang namanya core, namanya inti. Kemudian cooperative, mereka yang melakukan kegiatan lapangan. Ada Suporter atau pendukung, ada Sympathizer atau simpatisan. Nah yang ditempatkan di sini adalah inti jaringan atau core," Tito menjelaskan.

Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Inspektur Jenderal Polisi Arman Dapari optimis Lapas Khusus Bandar Narkoba akan menjadi strategi baru untuk memutus jaringan narkoba kelas kakap.

Pasalnya, para penggerak atau inti jaringannya ditempatkan di Lapas yang benar-benar steril dan tak bisa berhubungan dengan dunia luar.

Ia pun mengakui gembong narkoba kerap membuat jaringan baru di dalam Lapas maupun mengendalikan jaringan baru yang dibentuk dari Lapas. Sebab, mereka masih berjaringan dan bisa terhubung dengan dunia luar.

"Sehingga, dengan kita pisahkan nanti, orang-orang tertentu ini, di sel-sel isolasi khusus maka mereka tidak akan bisa mengembangkan jaringan," Arman menerangkan.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id