Sikap Dua Teman Mirna Berbeda Saat Diperiksa, Ini Kata Ahli Pembaca Karakter

RIAU ONLINE, JAKARTA - Dua teman mendiang Wayan Mirna Salihin (27), Hani dan Jessica Kumala Wongso mendapat porsi pemeriksaan yang sama oleh penyidik Unit 1 Jatanras Direktorat Reserse Kiriminal Umum Polda Metro Jaya. Keterangan keduanya penting untuk mengungkap bagaimana kematian Mirna. Hani dan Jessica sangat berbeda saat pemeriksaan dilakukan.

 

Sepanjang penyelidikan yang dilakukan polisi, mulai dari pra-rekonstruksi hingga pemeriksaan lanjutan, karakter keduanya mulai terkuak.

 

Hani, sedari pra-rekonstruksi di Kafe Olivier pada beberapa waktu lalu, sudah terlihat aktif menjelaskan ke penyidik kronologi kematian Mirna. (Baca Juga: Polisi Mencari Celana Jeans Jessica Sang Pemesan Kopi Mirna)


Berada di sisi kanan Mirna, Hani tampak menjelaskan bagaimana Mirna merasakan kopinya berbau tak sedap hingga akhirnya sahabatnya tersebut kejang-kejang dan mengeluarkan busa usai meminum kopi Vietnam.

 

Hani juga berusaha untuk menelepon suami Mirna terkait kondisi istrinya. Kondisi tersebut kemudian disebut oleh polisi sebagai kepanikan.

 

"Hani waktu kejadian panik. Jadi beberapa hari kemudian ditanya dia lupa," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti seperti dilansir kompas.com, Selasa (27/12/2016).

 

Kepanikan Hani juga tampak saat ia kembali diperiksa oleh penyidik pada Senin (25/1/2016). Usai diperiksa, Hani tak sedikit pun berkomentar.

 

Wajahnya tampak panik dan terus menghindar dari wartawan. Dua kali diperiksa, dua kali pula Hani menghindar lalu pergi.

 

Jessica tenang

Berbeda dengan Hani, karakter Jessica, sahabat Mirna lainnya, lebih tenang. Pembawaan tenang Jessica mulai terbaca saat pra-rekonstruksi di Kafe Olivier beberapa waktu lalu.

 

Berada di sisi kiri Mirna, saat itu, Jessica tak banyak berbicara. Ia lebih memperhatikan Hani dalam menjelaskan kondisi Mirna usai minum kopi. 

 

Jessica juga hanya berbicara saat ia dimintai keterangan oleh penyidik. Karakter tenang tersebut kembali muncul saat Jessica diperiksa penyidik dua kali pada Selasa (19/1/2016) dan Rabu (20/1/2016). (Klik Juga: Efek Sianida di Kopi Mirna Bisa Membunuh 25 Orang)

 

Pada pemeriksaan pertama tersebut, Jessica masuk dengan senyum. Ia sempat melambaikan tangan saat namanya dipanggil.

 

Usai pemeriksaan, sikapnya juga tak jauh berbeda. Jessica tampak tersenyum setelah delapan jam diperiksa.


Jessica Kumala Wongso (27), saksi kasus meninggalnya Wayan Mirna Salihin (27) di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/1/2016). Ia tak mau menanggapi banyak pertanyaan usai pemeriksaan pertama.

 

Pada pemeriksaan kedua pada keesokan harinya, Jessica mulai bersuara banyak. Ia menanggapi tentang sanksi sosial yang diterima dirinya dan nama baiknya yang merasa dicemarkan dalam kasus kematian Mirna.

 

"(Saya) tidak ada hubungannya (dengan kasus ini). Saya sedih saja teman saya meninggal," kata Jessica, Rabu (20/1/2016) malam.

 

Pendapat ahli

Untuk membaca karakter keduanya, polisi menggunakan ahli. Dalam pemeriksaan Jessica pada Selasa malam, Jessica diperiksa oleh ahli psikiatri dari Mabes Polri. Pemeriksaan tersebut untuk melihat karakter dari Jessica.

 

Sementara untuk Hani, polisi tak menyebut apakah juga menggunakan ahli psikiatri untuk membaca karakternya.

 

Krishna mempercayai keterangan saksi ahli merupakan bagian penting dalam mengungkap kasus kematian ini. Sebab, dari sana bisa tergambar secara jelas bagaimana kondisi seseorang, termasuk tersangka. Sehingga ia tak lagi bisa mengelak saat ditetapkan sebagai tersangka.

 

"Jadi supaya kami mantap menangani kasus ini," tegas Krishna

 

Wayan Mirna Solihin meninggal setelah meminum kopi Vietnam di cafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta. Ketika peristiwa ini terjadi, Mirna sedang bersama Hani dan Jessica.

 

Jessica tiba terlebih dulu dan memesankan kopi itu untuk Mirna. Setelah mencicip kopi, Mirna langsung kejang-kejang hingga mulutnya berbusa.

 

Mirna kemudian meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit. Polisi sudah meningkatkan status kasus ini dari penyelidikan menjadi penyidikan meski belum ada tersangka yang ditetapkan. Sejumlah saksi sudah diperiksa termasuk Jessica dan Hani.