Asap Pekat, Bagaimana Tour de Siak?

sepeda.jpg
(INTERNET)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan di Riau kian pekat. Kualitas udara berbahaya. Aktivitas bandara lumpuh. Sekolah diliburkan. Hampir setiap daerah kini diselimuti asap. Jerebu bakal mengancam helat balap sepeda Internasional Tour de Siak yang akan digelar waktu dekat ini.

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edwar Sanger, menyebutkan satgas pemadam bakal memfokuskan teknik modifikasi cuaca di atas langit Siak dan sekitarnya.

 

Pemerintah Riau terus berupaya menanggulangi kabut asap yang semakin meluas menjelang perhelatan balap sepeda Internasional Tour de Siak, 15 September 2015 mendatang.


"Kami optimalkan hujan buatan dan waterbombing di kawasan Siak dan daerah yang berdekatan lainnya," katanya, Jumat malam (4/9/2015).

 

Edwar yakin kabut asap bakal hilang menjelang acara level Internasional itu digelar. Menurut Edwar, tim modifikasi cuaca hari ini, Jumat, 4 September 2015 telah berhasil menurunkan hujan di beberapa wilayah Riau daratan dan pesisir seperti Duri, Dumai, Pelalawan, Rokan Hilir dan Rengat.

 

"Hujan sudah turun di beberapa wilayah," katanya.

 

Menurut Edwar, pada Sabtu, 5 September 2015, tim modifikasi cuaca hujan buatan dengan menebar 1 ton garam di langit Kampar. Sebab ada beberapa titik api di wilayah Rimbo Panjang yang asapnya berpotensi mengganggu penerbangan bandara Pekanbaru.

 

Balap sepeda Tour de Siak bakal digelar 15 September 2015 mendatang di Siak, Riau. Sebanyak 10 tim dari luar negeri serta delapan tim dari dalam negeri ikut ambil bagian dalam even balap sepeda Internasional tersebut.

 

Tahun ini merupakan ketiga kalinya lomba tersebut digelar di Kabupaten Siak. Para pembalap akan menempuh empat etape sepanjang 539,68 Kilometer. Etape I menempuh Siak-Dayun sejauh 154,12 kilometer.

 

Selanjutnya etape II Siak-Perawang 182,87 kilometer, etape III Siak-Sungai Apit 115,41 kilometer, dan etape IV dalam Kota Siak 87,28 kilometer.

 

Namun sejauh ini, wilayah Riau masih diselimuti asap pekat. Kualitas udara berbahaya. Aktivitas bandara di Pekanbaru lumpuh total.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline