Keluarga dan Kerabat Kelilingi Jenazah Kakak Adik

Suasana-Duka-di-Rumah-Rully-Sihotang.jpg
(RIAONLINE.CO.ID/YOLA RISTANIA VIDIANI)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Suasana duka menyelimuti rumah Sahala Sihotang, Jalan Gabus, Kelurahan Labuhbaru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Jumat (3/7/2015).

 

Dua peti mati berjejer di ruang tengah berisi jenazah Rully Yustinus Sihotang dan Reni Monica Sihotang, kakak adik korban jatuhnya pesawat Hercules, Selasa (30/6/2015), di Medan, Sumatera Utara.

 

Rumah duka penuh sesak oleh warga dan kerabat yang berusaha masuk untuk melihat jenazah terakhir kalinya. Para pelayat hadir dengan memakai pakaian hitam dengan pundak diselendangi kain ulos, busana adat Suku Batak.

 

Di dalamnya, tiap perwakilan kelompok secara bergantian menyampaikan sepatah dua patah kata guna memberikan penghiburan kepada keluarga ditinggalkan.

 

Selain itu, kesan atas dua jenazah ketika hidup dulu. Ini merupakan acara adat Batak yang dilakukan ketika ada keluarga meninggal. Pelayat merupakan para kerabat semarga dan warga sekitar.

 

Tampak juga Camat Payung Sekaki, Zarman dan Lurah Labuhbaru Barat juga hadir memberikan sepatah kata kepada keluarga.

 

"Kita segenap jajaran pemerintah kecamatan Labuh Baru Barat dan Pemko Pekanbaru mengucapkan turut berduka cita aatas meninggalnya kedua adik kita dalam tragedi Hercules kemarin. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Tuhan yang Maha Kuasa," ungkap Camat Payung Sekaki, Zarman. 

 

Sementara itu seluruh keluarga duduk di depan peti jenazah  Ruly dan Reni. Tampak ibu dan kakak Ruly diam seribu bahasa dengan mata sembab karena lama menangis.

 

Hanya ayah dan abangnya saja tampak tegar menerima tamu dan kerabat yang datang dengan sesekali berusaha tersenyum kecil.

 

"Kedua anak ini cerdas dan ceria sekali anaknya. Tak menyangka juga kalau mereka pergi secepat ini," jelas 
kerabat Sahala Sihotang, M Pakpahan.

 

Rencananya, kedua jenazah akan dimakamkan hari ini juga setelah misa di gereja.