RIAU ONLINE, PEKANBARU - Provinsi Riau kembali menjadi sorotan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) nasional. Pemerintah menetapkan Riau sebagai salah satu dari 10 provinsi yang masuk dalam daftar prioritas penanganan Karhutla menyusul tingginya luasan wilayah yang terdampak kebakaran.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sepanjang periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026, luas wilayah terdampak Karhutla di Riau mencapai 15.477,95 hektare.
Angka tersebut menempatkan Riau di posisi kedua nasional setelah Kalimantan Barat yang mencatat luas terdampak Karhutla sebesar 28.680,47 hektare.
Kepala BNPB RI Letnan Jenderal TNI Dr Suharyanto mengatakan, Riau termasuk wilayah yang mendapat perhatian khusus pemerintah dalam upaya mengantisipasi dan menangani peningkatan eskalasi Karhutla.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan, dikutip dari MediaCenter, Selasa, 11 Agustus 2026.
"Di posisi kedua yakni Provinsi Riau dengan luasan terdampak Karhutla mencapai 15.477,95 hektare," ujar Suharyanto.
Dari total luasan tersebut, sebanyak 1.100,71 hektare berada di kawasan hutan. Sementara sebagian besar lainnya, yakni 14.377,24 hektare, berada di kawasan nonhutan.
Besarnya luasan Karhutla di Riau menjadi perhatian serius, terlebih sebagian wilayah provinsi ini memiliki karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan ketika api telah masuk ke lapisan bawah permukaan tanah.
Secara nasional, BNPB mencatat terdapat 10 provinsi yang masuk dalam daftar prioritas penanganan Karhutla.
Selain Riau, wilayah tersebut meliputi Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Lampung, Aceh, dan Kalimantan Tengah.
Suharyanto menegaskan, kondisi tersebut membutuhkan penanganan terpadu dan kesiapsiagaan seluruh pihak, terutama dalam menghadapi potensi peningkatan eskalasi kebakaran.
"Ini menjadi perhatian kita bersama untuk melakukan penanganan peningkatan eskalasi kebakaran hutan dan lahan," katanya.
Dengan posisi Riau sebagai salah satu daerah dengan luasan Karhutla terbesar secara nasional, upaya pencegahan dan pemadaman menjadi semakin penting.
Pemerintah bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah serta masyarakat terus didorong untuk memperkuat kesiapsiagaan di wilayah rawan kebakaran.
Data BNPB tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman Karhutla di Riau masih membutuhkan perhatian serius, terutama di tengah potensi kebakaran yang dapat meluas dengan cepat apabila tidak segera ditangani.

