Hotspot Mulai Muncul di Riau, 8 Titik Terdeteksi di Empat Daerah

Cuaca-Panas-Menerpa-Riau-BMKG-Catat-Suhu-Capai-35-Derajat-Celsius.jpg
Forcaster BMKG Pekanbaru melakukan pemantauan kondisi cuaca (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Titik panas atau hotspot mulai terdeteksi di sejumlah wilayah Riau. Berdasarkan pantauan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak delapan hotspot terpantau tersebar di empat daerah di Riau, Sabtu 26 September 2026.

Di saat yang sama, aktivitas hotspot di Pulau Sumatra masih tergolong tinggi. Secara keseluruhan, tercatat 945 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy S, mengatakan delapan hotspot di Riau terdeteksi di Kabupaten Pelalawan, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, dan Kota Dumai.

"Untuk Riau terdapat delapan titik panas. Masing-masing dua titik di Pelalawan, satu di Rokan Hilir, tiga di Indragiri Hulu, dan dua di Kota Dumai," kata Putri.

Berdasarkan pantauan BMKG, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak di Pulau Sumatra, yakni mencapai 613 titik.



Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Setelah Sumatera Selatan, hotspot terbanyak terpantau di Bangka Belitung sebanyak 129 titik, disusul Lampung dengan 101 titik. Sementara itu, Jambi tercatat memiliki 61 hotspot dan Bengkulu sebanyak 13 titik.

Hotspot juga terdeteksi di sejumlah provinsi lainnya, yakni Sumatera Barat sebanyak delapan titik, Aceh lima titik, Sumatera Utara lima titik, Kepulauan Riau dua titik, serta Riau delapan titik.

Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas titik panas masih cukup tinggi di kawasan Sumatra, dengan konsentrasi terbesar berada di Sumatera Selatan.

Di Riau, sebaran hotspot saat ini masih berada di beberapa wilayah. Indragiri Hulu mencatat jumlah terbanyak dengan tiga titik panas.

Selanjutnya, Pelalawan dan Kota Dumai masing-masing terdeteksi dua hotspot, sedangkan Rokan Hilir terdapat satu titik panas.

BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan hotspot di Riau dan wilayah Sumatra, terutama seiring meningkatnya aktivitas titik panas yang berpotensi berkaitan dengan kondisi kebakaran hutan dan lahan.

Perkembangan jumlah serta sebaran hotspot menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam memantau potensi karhutla dan kondisi lingkungan di wilayah Sumatra.