Resensi Buku The American Dajjal: Runtuhnya Khilafah Dolar Karya Muchid Al Bintani

Resensi-Buku-The-American-Dajjal-Runtuhnya-Khilafah-Dolar-Karya-Muchid-Al-Bintani.jpg
Buku The American Dajjal: Runtuhnya Khilafah Dolar Karya Muchid Al Bintani (Istimewa)

Oleh: Ilham Muhammad Yasir, Pemimpin Redaksi Riau Online

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Buku ini mengangkat kritik tajam terhadap dominasi dolar Amerika Serikat (AS) dalam sistem moneter dan ekonomi global. Muchid menempatkan dolar bukan sekadar alat tukar, melainkan instrumen kekuasaan yang membentuk ketergantungan negara-negara lain—terutama negara berkembang—melalui mekanisme cadangan devisa, perdagangan internasional, dan utang luar negeri. 

Dengan gaya penulisan yang argumentatif dan provokatif, buku ini mengajak pembaca memandang sistem keuangan global sebagai arena perebutan pengaruh, bukan ruang netral yang sepenuhnya “alamiah” bekerja.

Profil penulis yang tercantum di sampul belakang memperkuat posisi akademik Muchid dalam membahas isu ini. Muchid Albintani adalah dosen Pascasarjana pada bidang Manajemen Pemerintahan Daerah, Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, dan Doktor Administrasi Publik di FISIP Universitas Riau. 

Ia meraih gelar S2 Master of Philosophy (M.Phil.) tahun 2004 dan gelar S3 Philosophy of Doctor (Ph.D.) tahun 2014 pada Institut Kajian Malaysia dan Antarabangsa (Institute of Malaysian and International Studies) di Universitas Kebangsaan Malaysia. 

Muchid juga pernah menjadi Mantan Direktur Universitas Riau Press, serta dekan diperbantukan di FISIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (Tanjungpinang). Ia tercatat sebagai anggota IPSA (International Political Science Association) dan pernah membantu majalah Tempo sebagai koresponden di Malaysia.

Dari sisi isi, Muchid menyusun argumen sejak akar sejarah: bagaimana tatanan moneter pasca–Perang Dunia II membentuk pijakan dominasi dolar melalui pengaturan global (yang dalam pembahasan buku diarahkan pada konfigurasi sistem moneter internasional). 


Dari fondasi ini, Muchid kemudian mengembangkan istilah “Khilafah Dolar” sebagai metafora tentang “kekuasaan” dolar yang memayungi sistem ekonomi dunia modern. 

Dalam kerangka tersebut, ketergantungan pada dolar tidak berdiri sendiri, melainkan berkait dengan stabilitas politik-ekonomi, strategi perdagangan, serta kapasitas negara dalam menentukan kebijakan moneter dan fiskalnya sendiri.

Bagian-bagian pembahasan buku bergerak dari fondasi sejarah menuju konsekuensi kontemporer: bagaimana dominasi dolar dapat menimbulkan kerentanan ketika terjadi gejolak nilai tukar, perubahan kebijakan moneter AS, atau krisis yang merambat lintas negara. 

Muchid memotret ketergantungan dolar sebagai masalah struktural: ketika transaksi internasional, cadangan devisa, dan utang terkunci pada mata uang yang dikendalikan negara lain, maka risiko ekonomi dapat “dipindahkan” kepada negara-negara yang posisinya lebih lemah. 

Karena itu, kritik Muchid tidak berhenti pada peristiwa krisis, tetapi menyorot mekanisme sistemik yang membuat krisis mudah menular.

Pada bagian penutup, buku mengarah pada wacana retaknya dominasi dan kemungkinan pergeseran tatanan: munculnya upaya-upaya transaksi non-dolar, pencarian alternatif sistem pembayaran, serta dorongan multipolaritas ekonomi yang (menurut logika buku) dapat mengurangi supremasi satu mata uang tunggal. 

Di titik ini, buku bukan hanya menyajikan kritik, tetapi juga mendorong pembaca mempertanyakan: apakah sistem moneter dunia bisa lebih seimbang, dan apa syarat politik-ekonomi agar ketergantungan pada dolar berkurang.

Secara penilaian, kekuatan utama buku ini ada pada keberanian framing dan konsistensi kritiknya: Muchid menulis dengan posisi yang jelas, memaksa pembaca melihat dolar sebagai alat hegemoni sekaligus simpul kebijakan global. 

Namun karena bahasanya cenderung tegas dan “menggugat”, pembaca akan lebih diuntungkan bila membaca sambil membandingkan dengan referensi ekonomi/moneter lain agar dapat membedakan mana analisis struktural, mana penekanan retoris.

Pada akhirnya, The American Dajjal: Runtuhnya Khilafah Dolar cocok bagi pembaca yang ingin memahami kaitan ekonomi-politik global, hegemoni mata uang, dan dampaknya terhadap negara-negara di luar pusat kekuatan dunia. 

Buku ini paling kuat ketika dibaca sebagai ajakan untuk berpikir kritis: bahwa persoalan uang dunia tidak pernah benar-benar netral, sebab selalu terkait kepentingan, kebijakan, dan konfigurasi kekuasaan internasional.

* Penulis adalah jurnalis dan penulis lepas tinggal di Pekanbaru.