RIAU ONLINE, INHIL - Sebanyak 792 warga di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengalami Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), selama 28 Agustus hingga 21 September 2026.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhil terus meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat untuk meminimalisir dampak dari kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tersebut.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Inhil, Haili mengatakan, pihaknya bersama Puskesmas Gajah Mada Tembilahan secara rutin menggelar penyuluhan upaya perlindungan diri dari kabut asap, terutama kepada kelompok resiko tinggi. Selain itu posko kesehatan dan kegiatan pembagian masker juga terus dijalankan.
"Total masker yang sudah dibagikan kepada masyarakat sekitar 19.000 lembar," ujarnya.
Masker tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk pengajuan kepada Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, serta optimalisasi stok dan koordinasi dengan pusat krisis tingkat provinsi.
Sementara itu, pihaknya juga meminta agar masyarakat selalu menggunakan masker saat beraktivitas diluar ruangan. Kemudian, mengurangi aktivitas luar ruangan sebanyak mungkin jika tidak diperlukan.
"Khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan warga yang memiliki gangguan pernapasan," pungkasnya.

