Sabarudi Dukung Percepatan Jalan Lingkar 70, Kurangi Kendaraan Berat Masuk Kota

Sabarudi11.jpg
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mempercepat pembangunan Jalan Lingkar 70 mendapat dukungan dari anggota DPRD Kota Pekanbaru.

Jalur yang diproyeksikan menghubungkan kawasan Tenayan Raya dan Jalan Lintas Timur dengan akses Tol Pekanbaru-Dumai itu dinilai memiliki peran strategis dalam membuka konektivitas sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di dalam kota.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi, menilai pembangunan Jalan Lingkar 70 merupakan langkah yang perlu didorong bersama. Menurutnya, keberadaan jalur tersebut nantinya tidak hanya memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi jalur alternatif bagi kendaraan dari wilayah sekitar Pekanbaru.

"Pada prinsipnya kami mendukung percepatan pembangunan Jalan Lingkar 70 ini. Kalau aksesnya terbangun, masyarakat akan memiliki jalur alternatif dan kendaraan dari daerah sekitar tidak perlu lagi masuk terlalu jauh ke dalam kota," kata Sabarudi, Selasa 22 September 2026.

Politisi PKS daerah pemilihan Kecamatan Kulim-Tenayan Raya ini mengatakan, pembangunan jalan tersebut juga sejalan dengan kebutuhan pengembangan kawasan Tenayan Raya yang dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang, termasuk keberadaan kawasan Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru.

Menurutnya, konektivitas antara Tenayan Raya, Jalan Lintas Timur dan akses tol menjadi penting agar pergerakan masyarakat maupun distribusi barang dapat berlangsung lebih efisien.

"Ini bukan hanya soal membangun jalan baru, tetapi bagaimana membuka konektivitas antarwilayah. Tenayan Raya dan kawasan sekitarnya membutuhkan akses yang baik, termasuk menuju jalan tol," ujarnya.



Sabarudi juga menyoroti potensi Jalan Lingkar 70 sebagai jalur alternatif untuk kendaraan bertonase besar. Selama ini, kendaraan berat dari sejumlah daerah masih berpotensi melintasi ruas jalan dalam Kota Pekanbaru.

Dengan tersedianya jalur lingkar yang terhubung dengan akses tol dan Jalan Lintas Timur, arus kendaraan berat diharapkan dapat dialihkan sehingga beban lalu lintas di sejumlah ruas jalan dalam kota dapat berkurang.

"Kalau jalan lingkar ini benar-benar terhubung dengan jaringan jalan yang ada, tentu sangat membantu. Kendaraan bertonase besar bisa diarahkan melalui jalur alternatif sehingga tidak semuanya masuk ke pusat kota," katanya.

Ia meminta rencana tersebut tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi segera ditindaklanjuti dengan koordinasi antara Pemko Pekanbaru dan pemerintah pusat.

Menurut Sabarudi, keterlibatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Direktorat Jenderal Bina Marga menjadi penting untuk memastikan aspek teknis, pembiayaan, serta konektivitas Jalan Lingkar 70 dengan jaringan jalan tol dapat dipersiapkan secara matang.

"Kita berharap koordinasi dengan pemerintah pusat terus diperkuat. Kalau memang ditargetkan mulai dibangun tahun depan, persiapan dari sekarang harus benar-benar dimatangkan," tuturnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyatakan pembangunan Jalan Lingkar 70 ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun depan. Jalur tersebut disiapkan sebagai akses penghubung dari kawasan Tenayan Raya dan Jalan Lintas Timur menuju Tol Pekanbaru-Dumai.

"Jalan ini akan memudahkan akses masyarakat dari Tenayan Raya ataupun dari Pelalawan, Inhil, Siak untuk dapat akses ke tol Pekanbaru-Dumai," kata Agung.

Agung juga berharap keberadaan Jalan Lingkar 70 nantinya dapat menjadi solusi untuk mengurangi pergerakan kendaraan bertonase besar yang selama ini melintasi jalur dalam Kota Pekanbaru.

Selain itu Agung berharap proses pembangunan jalan tersebut dapat segera direalisasikan. Ia menyebutkan, pembangunan Jalan Lingkar 70 diharapkan dapat mulai dilaksanakan pada tahun depan.

"Dibangun Jalan 70 mudah-mudahan tahun depan. Semoga bisa berjalan dengan apa yang kita inginkan," ujarnya.