DPRD Pekanbaru Apresiasi PJJ Diperpanjang, Dinkes Diminta Waspadai Lonjakan ISPA

DPRD-Pekanbaru-Apresiasi-PJJ-Diperpanjang-Dinkes-Diminta-Waspadai-Lonjakan-ISPA.jpg
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Pekanbaru, Achmad Faisal Reza (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kembali menjadi perhatian serius di Kota Pekanbaru. Dampaknya bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang kini disebut telah mencapai lebih dari 5.000 kasus.

Kondisi tersebut turut menjadi pertimbangan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk kembali memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring bagi peserta didik tingkat PAUD hingga SMP selama dua hari, 21-22 September 2026.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Pekanbaru, Achmad Faisal Reza, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, PJJ menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan kabut asap terhadap peserta didik, khususnya ketika kualitas udara kembali memburuk.



"Kami apresiasi Pemko sigap dengan menerapkan PJJ dua hari ke depan karena kita lihat kondisi kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru," kata Faisal Reza, Senin, 21 September 2026.

Namun, Faisal meminta Pemko melalui Dinas Kesehatan (Diskes) tidak hanya mengantisipasi dampak kabut asap terhadap pelajar, tetapi juga memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat. Terlebih, balita dan lanjut usia (lansia) menjadi kelompok yang dinilai rentan terhadap dampak paparan asap.

"Tentu harapan kami kepada Dinas Kesehatan lebih sigap lagi untuk mengantisipasi meningkatnya ISPA yang sudah sampai 5.000 orang, rata-rata balita dan lansia," ujarnya.