FADIKSI dan FIA UNILAK Perkuat Academic Collaboration di ASEAN

Unilak-kolaborasi-di-ASEAN.jpg
UNILAK kembangkan jejaring dan kolaborasi akademik di kawasan ASEAN. (Dok. Unilak)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Universitas Lancang Kuning (UNILAK) terus memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi melalui pengembangan jejaring dan kolaborasi akademik di kawasan ASEAN. 

Kegiatan kolaborasi akademik ini dipimpin langsung oleh Dekan FADIKSI UNILAK, Prof. Herlinawati, bersama Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UNILAK yang diwakili oleh Prof. Dian Rianita, sebagai delegasi masing-masing Fakultas  Fakultas Pendidikan dan Vokasi (FADIKSI) bersama Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UNILAK secara aktif mengembangkan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi mitra di Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari berbagai kerja sama akademik yang telah dilaksanakan sebelumnya, sekaligus menjadi langkah strategis UNILAK untuk memperluas jejaring kemitraan antarperguruan tinggi di kawasan ASEAN. Penguatan network tersebut diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta mobilitas sivitas akademika, jelas Herlinawati.

Salah satu bentuk kolaborasi yang dikembangkan adalah joint research antara FADIKSI, FIA, dan University of Malaya (UM) yang terhubung dengan kegiatan International Education Conference (IEC) 2026 serta kolaborasi akademik dengan Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand.

Kolaborasi tersebut menjadi momentum untuk memperluas peluang penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan program akademik lintas negara.

Selain penelitian, UNILAK juga tengah mempersiapkan implementasi credit transfer dan internship program bagi mahasiswa dengan sejumlah perguruan tinggi mitra di Thailand, termasuk Kasetsart University dan Thai Global Business Administration Technological College. 

Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar dan profesional internasional bagi mahasiswa sekaligus memperkuat kesiapan lulusan menghadapi lingkungan kerja global.



Lebih lanjut, Wakil Dekan II, Dian Rianita menambahkan bahwa kerja sama ASEAN yang dikembangkan FADIKSI dan FIA UNILAK juga mencakup penguatan riset pendidikan berbasis kearifan lokal (local wisdom), kebijakan pendidikan dan  perbandingan sistem di Thailand, Malaysia dan Indonesia.  

Melalui pendekatan ini, perguruan tinggi dapat saling berbagi praktik baik (sharing best practices) dalam pengembangan pendidikan yang tetap berakar pada budaya dan karakter masyarakat masing-masing.

Di bidang pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi diarahkan pada pengembangan International Community Service (PkM Internasional) yang melibatkan masyarakat dan komunitas, termasuk komunitas disabilitas dan pendidikan anak usia dini.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama sekaligus menghasilkan model pengabdian yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, student mobility program menjadi salah satu agenda penting dalam pengembangan kerja sama internasional UNILAK. Melalui mobilitas mahasiswa, sivitas akademika tidak hanya memperoleh pengalaman akademik lintas budaya, tetapi juga meningkatkan kemampuan komunikasi internasional, adaptasi, kolaborasi, dan pemahaman terhadap keragaman masyarakat ASEAN.

Penguatan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen UNILAK dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya peningkatan pengalaman mahasiswa di luar kampus, kolaborasi dosen dan perguruan tinggi internasional, serta peningkatan kualitas dan dampak Tridharma Perguruan Tinggi.

Di sisi lain, kolaborasi tersebut juga sejalan dengan agenda internasionalisasi perguruan tinggi, implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), peningkatan mutu pendidikan berkelanjutan, serta Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui perluasan jejaring akademik di Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam, FADIKSI dan FIA UNILAK berkomitmen menjadikan kerja sama ASEAN tidak hanya sebagai hubungan kelembagaan, tetapi sebagai kolaborasi yang menghasilkan program nyata, riset bersama, mobilitas mahasiswa, pengembangan kapasitas, dan kontribusi kepada masyarakat.

“Ke depan, UNILAK akan terus memperluas jejaring dengan perguruan tinggi dan mitra strategis di kawasan ASEAN sebagai bagian dari upaya membangun pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, berkelanjutan, berorientasi global, dan tetap berakar pada kearifan lokal,” ujar Herlinawati.