RIAU ONLINE, PEKANBARU - Menghirup udara yang tercemar asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menyebabkan berbagai penyakit bagi tubuh. Satu diantaranya yang paling diwaspadai adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Namun, selain ISPA, kabut asap juga dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan lainnya yang patut diwaspadai. Riauonline merangkum berbagai gangguan kesehatan tersebut diantaranya:
1. Meningkatkan Risiko Kanker Paru-paru
Terdampak asap Karhutla secara terus menerus dan berkepanjangan dapat meningkatkan resiko kanker paru-paru.
2. Iritasi mata
Kabut asap dapat menyebabkan iritasi mata, seperti mata memerah, perih dan terus mengeluarkan air mata.
3. Meningkatkan resiko penyakit jantung
Asap Karhutla mengandung banyak partikel yang dapat terhirup dan masuk ke tubuh. Partikel ini dapat menjadi plak di pembuluh darah dan memengaruhi kinerja jantung. Termasuk meningkatkan potensi hipertensi dan stroke.
5. Radang Kulit
Zat racun pada asap dapat merusak kulit dalam jangka panjang. Terutama pada kulit sensitif. Dampaknya, kulit dapat mengalami iritasi, berjerawat, gatal, kering dan kemerahan.
6. Pneumonia
Resiko terutama menjadi lebih tinggi pada kelompok rentan. Pneumonia menyebabkan tubuh terasa lemah, batuk, demam dan sesak nafas.
7. Sakit kepala
Zat berbahaya pada asap Karhutla juga dapat menyebabkan sakit kepala. Hal ini disebabkan tubuh sudah menghadapi paparan racun dari asap dalam kadar yang sudah tinggi atau terlalu banyak menghirup gas berbahaya dan kekurangan oksigen.
Gangguan-gangguan kesehatan tersebut dapat terjadi karena asap Karhutla mengandung berbagai gas berbahaya, seperti karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur oksida (SO2), senyawa organik volatil (VOC), dan ozon.

