RIAU ONLINE, PEKANBARU - Nama Anggota DPRD Kep Meranti dari Partai Nasdem, Lianita Muharni ikut terseret dalam isu yang berkembang di media sosial terkait kematian MA (26) di Hotel Evo, Pekanbaru, Kamis, 20 Agustus 2026 lalu.
Nama Lianita muncul dalam sebuah poster yang beredar di media sosial. Dalam informasi tersebut, Lianita disebut memiliki keterkaitan dengan MA pada malam sebelum korban meninggal.
Menanggapi isu itu, Lianita akhirnya memberikan klarifikasi. Ia membenarkan bahwa dirinya memang sempat bertemu dengan MA.
Dalam konferensi pers bersama awak media di Kantor Nasdem Jalan Diponegoro, Lianita menegaskan pertemuan tersebut berlangsung semata-mata untuk membahas urusan pekerjaan.
“Kami bertemu untuk membahas rencana kegiatan. Setelah itu berbincang santai, lalu korban tiba-tiba mengeluh sakit,” ujar Lianita, Jumat, 18 September 2026.
Menurut Lianita, kondisi MA saat itu membuat pihaknya langsung mengambil tindakan dengan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Kami langsung membawanya ke rumah sakit, dan ia meninggal di sana, bukan di hotel,” tegasnya.
Lianita juga membantah adanya hubungan lain dengan MA sebagaimana informasi yang beredar di media sosial. Ia menegaskan hubungan keduanya hanya sebatas rekan kerja.
“Saya tidak memiliki hubungan apa pun selain rekan kerja,” katanya.
Klarifikasi tersebut disampaikan Lianita menyusul munculnya berbagai spekulasi di media sosial yang mengaitkan pertemuannya dengan MA dengan kematian korban.
Di tengah derasnya informasi yang beredar, Ketua Bappilu NasDem Riau, Dedi Harianto Lubis, juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran terkait isu tersebut.
Dedi mengatakan, NasDem Riau bahkan telah mendatangi rumah duka untuk melihat langsung kondisi keluarga korban sekaligus mengklarifikasi informasi yang berkembang.
“Kami ingin meluruskan bahwa peristiwa ini tidak ada hubungannya dengan anggota NasDem dari Fraksi DPRD Kepulauan Meranti. Dari pihak kepolisian juga telah disampaikan tidak ada unsur pidana,” ujar Dedi.
Ia mengingatkan agar informasi yang beredar di media sosial tidak langsung dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian MA maupun mengaitkan pihak tertentu sebelum terdapat fakta yang terverifikasi.
“Kami telah turun langsung ke rumah duka untuk memastikan kondisi keluarga sekaligus mengklarifikasi berbagai isu yang beredar,” jelasnya.
Sementara itu, Lianita tetap pada keterangannya bahwa pertemuannya dengan MA terjadi dalam konteks pekerjaan.
Ia juga menegaskan bahwa ketika korban tiba-tiba mengeluhkan sakit, langkah yang dilakukan adalah membawa MA ke rumah sakit hingga akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia.

